BREAKING NEWS
 

Legenda Dangdut Hamdan ATT Meninggal Dunia, Disemayamkan Di Kramat Jati

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 1 Juli 2025 14:44 WIB
Hamdan ATT. Foto: Instagram/realhamdan.att

RM.id  Rakyat Merdeka - Hamdan ATT meninggal dunia di usia 76 tahun, Selasa (1/7/2025). Legenda Dangdut ini, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12 siang WIB, di rumahnya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Hamdan ATT dikabarkan telah lama berjuang melawan komplikasi penyakit. Stroke, gagal ginjal, dan kondisi tubuh yang terus menurun sejak 2017. Ia sempat masuk ICU saat lebaran 2017 karena serangan jantung dan pecah pembuluh darah.

Kesehatannya sempat membaik, namun kemudian kembali menurun pada 2021. Pada akhir 2022, ia harus menjalani operasi otak akibat penyumbatan dan hydrocephalus. Operasi itu berjalan sukses, tapi mobilitasnya terbatas.

Tak hanya stroke dan komplikasi otak, Hamdan juga mengalami gangguan ginjal. Untuk itu, ia rutin menjalani suntik EPO guna menaikkan kadar hemoglobin. Biaya pengobatan pun tak sedikit.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Pembangunan SDM Berkualitas Direalisasikan Dengan Langkah Nyata

Belum lama ini, rekan seprofesi yakni para penyanyi sempat menggelar acara donasi di Golden Boutique Hotel Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025) lalu. Acara ini digelar untuk meringankan beban biaya pengobatan Hamdan ATT.

Hamdan ATT lahir di Aru, Maluku, pada 27 Januari 1949. Sejak remaja, ia sudah jatuh cinta pada musik. Terinspirasi gitaris The Shadows, Hank Marvin, ia membentuk grup musik Quinta Bayangan pada 1964.

Adsense

Perjalanan musiknya mulai menanjak ketika bergabung dengan Nada Buana dan tampil di TVRI pada 1968. Ia sempat vakum untuk menyelesaikan kuliah, sebelum kembali ke dunia musik usai lulus pada 1975.

Puncak kariernya datang di awal 1980-an lewat lagu “Termiskin di Dunia.” Lagu itu menjulang dan membuat namanya melambung sebagai penyanyi dangdut papan atas.

Baca juga : Pram Diharapkan Lebih Sering Turun Ke Bawah

Sejak itu, Hamdan dikenal lewat sejumlah lagu lain seperti “Bekas Pacar,” “Dingin,” “Sakit Hati,” “Patah Kemudi Lagu Melayu,” “Jangan Cintai Aku,” “Emas Menjadi Tembaga,” hingga “Mabuk Judi.”

Ia juga aktif sebagai pelatih vokal di ajang pencarian bakat dangdut di televisi. Lewat peran itu, Hamdan ikut membentuk generasi baru musik dangdut. Tak cuma menyanyi, ia juga mendaftarkan lebih dari 100 karyanya ke PAPPRI dan RAI demi perlindungan hak cipta.

Meski lagu-lagunya populer, persoalan royalti menjadi ganjalan. Penghasilan dari royalti tak cukup untuk biaya hidup dan pengobatan.

Keluarga pun bergantung pada BPJS dan bantuan dari teman-teman seprofesi. Pada 2021, ia menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Indonesian Dangdut Awards. Duduk di kursi roda, Hamdan menyampaikan terima kasih kepada para penggemarnya. Elvy Sukaesih, sahabat lamanya, turut hadir memberi dukungan.

Baca juga : 1 Jemaah Haji Asal Abdya Meninggal Di Madinah, Dishalatkan Di Masjid Nabawi

Kini, Hamdan ATT telah tiada. Namun suaranya takkan pernah benar-benar hilang. Ia telah menanamkan jejak abadi di panggung musik dangdut Indonesia. Karyanya hidup, dan semangatnya akan terus dikenang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense