BREAKING NEWS
 

Indonesia 50 Besar Negara Paling Damai, Pengamat: Positif, Tapi Belum Ideal

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 31 Juli 2025 17:51 WIB
Pasukan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI mengikuti simulasi penanggulangan teror di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa (9/4/2019). (Foto: M. Qori Haliana/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat keamanan dan terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, posisi Indonesia dalam Global Peace Index 2025 yang berada di peringkat 49 dari 163 negara merupakan capaian yang positif.

Hal itu menandakan kondisi keamanan dan stabilitas nasional Indonesia tergolong baik, meski belum sepenuhnya ideal.

"Dengan berada di peringkat 49, Indonesia masuk kategori high state of peace. Artinya, cukup damai tapi masih menyimpan sejumlah catatan penting. Ini relevan bagi kita karena menjadi tolok ukur untuk memperbaiki strategi keamanan dan pembangunan sosial," kata Khairul, saat dihubungi, Kamis (31/7/2025).

Menurut Khairul, ada perbaikan dari sisi keamanan yang mempengaruhi posisi Indonesia dalam Global Peace Index 2025, terutama berkurangnya serangan teror skala besar dan konflik komunal.

Dalam 3-5 tahun terakhir, kata dia, Indonesia relatif tenang dari aksi teror dengan korban massal seperti Bom Surabaya pada 2018 lalu.

Baca juga : Nusakambangan Jadi Sentra Pangan, Pengamat Apresiasi Menteri Imipas

"Konflik komunal yang sebelumnya banyak terjadi di daerah-daerah rawan juga mulai mereda dan aparat keamanan jauh lebih siap dalam mencegah eskalasi. Meski konflik bersenjata di Papua masih terjadi, skalanya lebih terbatas dan terkonsentrasi," ujar Khairul.

Selain itu, Khairul melanjutkan, ada beberapa faktor lain yang sejauh ini berkontribusi bagi terciptanya perdamaian di Indonesia, antara lain stabilitas politik, termasuk transisi pemerintahan yang damai.

Lalu profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (Polri) dalam menjaga ketertiban serta merespons gangguan keamanan.

Adsense

Kemudian, peran strategis lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama (Kemenag), serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat sipil dalam membangun narasi moderat di tengah ancaman ekstremisme.

Lalu, terjaganya pertumbuhan ekonomi dan upaya menekan ketimpangan sosial sehingga potensi konflik pun menurun.

Baca juga : Pakar: Koperasi Desa Merah Putih Sejalan Dengan Semangat Ekonomi Rakyat

"Kemudian kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas-aktif dan tidak agresif, yang membuat kita tidak terlalu terdampak konflik antarnegara yang sering jadi pemicu instabilitas di banyak negara lain," ucap Khairul.

Dalam Global Peace Index 2025, Indonesia mendapat apresiasi karena dianggap berhasil memerangi terorisme selama 5 tahun terakhir.

Selain itu, tidak ada serangan teroris secara terbuka (zero terrorist attack) di Indonesia sejak 2023.

Khairul mengatakan, apresiasi ini tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan lembaga seperti Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88) dan BNPT.

Menurut dia, Densus 88 fokus pada pencegahan dan penindakan, seperti penangkapan terduga teroris. Sementara BNPT, fokus pada kontra-narasi, pembinaan napi terorisme, reintegrasi sosial, dan pembinaan komunitas rentan.

Baca juga : Di Forum BRICS: Indonesia Bahas Perdagangan, Perdamaian & Reformasi Tata Dunia

"BNPT juga menggandeng ormas, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat daya tangkal sosial terhadap paham radikal," tutup Khairul.

Seperti diketahui, Institute for Economics and Peace merilis Global Peace Index (GPI) 2025 belum lama ini. Sejumlah indikator yang diukur antara lain tingkat keamanan, konflik, dan militerisasi.

Dalam indeks itu, 10 negara tercatat paling damai di dunia, yakni Islandia, Irlandia, Selandia Baru, Austria, Swiss, Singapura, Portugal, Denmark, Slovenia, dan Finlandia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense