BREAKING NEWS
 

Dapat Amnesti, Ongen Puji Prabowo Layak Disebut Bapak Demokrasi Indonesia

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 3 Agustus 2025 12:32 WIB
Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen saat menjalani sidang dalam kasus pencemaran nama baik.

RM.id  Rakyat Merdeka - Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen, menyampaikan pandangan mendalam terkait sosok Presiden Prabowo Subianto usai menerima amnesti dari pemerintah.

Dalam pernyataannya, Ongen menilai Prabowo layak disebut sebagai Bapak Demokrasi Indonesia, merujuk pada rekam jejak politik dan sikap kenegarawanan Presiden ke-8 Republik Indonesia tersebut.

“Menurut saya, Prabowo layak disebut Bapak Demokrasi. Bayangkan saja, beliau adalah jenderal jebolan Orde Baru, bahkan menantu dari Presiden Soeharto. Tapi dalam perjalanan politiknya, beliau menunjukkan dedikasi luar biasa pada prinsip-prinsip demokrasi,” ujar Ongen kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2025).

Ia mengungkapkan bahwa Prabowo tidak menempuh jalan pintas dalam meraih kekuasaan setelah reformasi.

Baca juga : Masiku Masih Tetap Diburu, Impor Gulanya Terus Diusut

Usai menjalani masa-masa di luar negeri, Prabowo memilih membangun kekuatan politik dari bawah melalui Partai Gerindra dan tetap mengikuti proses demokrasi lewat pemilihan umum.

“Ia mencalonkan diri dalam beberapa kali pemilu presiden, dan meski sempat mengalami kekalahan, Prabowo selalu menerima hasil demokratis tersebut dengan sikap kenegarawanan yang sangat langka di panggung politik nasional,” ujar Ongen.

Menurutnya, sikap Prabowo yang tidak pernah menggunakan cara-cara anarkis atau inkonstitusional menunjukkan komitmen terhadap demokrasi yang tulus.

Adsense

“Beliau tidak pernah menggunakan cara-cara anarkis atau inkonstitusional. Justru beliau menerima kekalahan dengan jiwa besar, dengan elegan. Itu menunjukkan kematangan dan komitmennya terhadap demokrasi yang sesungguhnya,” tegasnya.

Baca juga : Melayat Almarhum Kwik Kian Gie, Prabowo: Beliau Sering Kasih Nasihat

Kini, setelah menjabat sebagai Presiden, Prabowo dinilai menunjukkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya tegas, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada persatuan nasional.

Menurut Ongen, hal tersebut tercermin dari keputusan pemerintah memberikan amnesti dan abolisi kepada lebih dari seribu narapidana politik dan hukum.

Langkah tersebut termasuk pemberian amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

“Ini bukan hanya langkah hukum, ini adalah sejarah baru dalam wajah demokrasi kita. Meski masih ada saja yang nyinyir, rakyat yang jernih akan tahu bahwa ini bukti seorang pemimpin yang memikirkan rekonsiliasi, bukan rivalitas,” ucap Ongen.

Baca juga : Bertemu Di Istana, Presiden PKS Dan Prabowo Bicara Demokrasi 2,5 Jam

Ia menambahkan bahwa menilai seorang pemimpin tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh.

“Setiap pemimpin tentu memiliki kekurangan. Namun, menilai seorang pemimpin harus dilakukan secara komprehensif dan holistik. Dan dari semua sisi itu, saya melihat Prabowo adalah pemimpin masa depan sekaligus penjaga warisan demokrasi masa kini,” ungkapnya.

Sebagai sosok yang pernah dekat dengan lingkungan politik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ongen juga melihat ada kesinambungan antara komitmen demokrasi yang ditegakkan oleh SBY dengan arah pemerintahan Prabowo.

“Saya mendukung Prabowo sejak awal karena melihat komitmen ideologisnya. Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana dia menjaga mimpi besar bangsa ini untuk tetap demokratis, damai, dan bersatu. Beliau adalah simbol dari semangat rekonsiliasi nasional,” tutup Ongen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense