Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Melayat Almarhum Kwik Kian Gie, Prabowo: Beliau Sering Kasih Nasihat
Kamis, 31 Juli 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengaku kehilangan sosok Kwik Kian Gie yang sudah dianggapnya seorang guru. Menurut Kepala Negara, Kwik sering memberikan nasihat kepadanya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat melayat almarhum Kwik di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Prabowo tiba di Rumah Duka Sentosa RSPAD sekitar pukul 13.33 WIB. Ia mengenakan baju safari cokelat muda dan kopiah hitam. Ia didampingi Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Begitu tiba di RSPAD, Prabowo langsung menuju ruang persemayaman dan disambut oleh keluarga almarhum. Di depan peti jenazah, Prabowo memberikan penghormatan terakhir dan menyempatkan diri mengirimkan doa bagi tokoh kelahiran 11 Januari 1935 itu.
Tak lama kemudian, Prabowo berbincang dengan keluarga dan menyampaikan bela sungkawa secara langsung. Suasana terasa haru, terutama ketika Prabowo mengenang hubungan panjangnya dengan Kwik.
Baca juga : Prabowo Kenang Kwik Kian Gie, Pejuang Ekonomi Pancasila
Bagi Prabowo, kepergian Kwik bukan sekadar kehilangan seorang akademisi atau mantan menteri. Lebih dari itu, ia merasa kehilangan seorang sahabat, penasehat, dan guru.
“Saya merasa dekat dengan beliau. Beliau banyak memberi nasihat kepada saya,” ujar Prabowo usai melayat di Rumah Duka Sentosa, RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025).
Prabowo menyebut Kwik sebagai pemikir besar dan nasionalis sejati. Meski berasal dari zaman dan latar belakang politik yang berbeda, keduanya saling menghormati dan kerap berdiskusi lintas ideologi.
Bahkan sebelum Kwik meninggal, Prabowo mengaku masih menerima berbagai nasihat dan masukan dari Kwik melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA).
“Beberapa hari yang lalu pun beliau masih mengirimkan WA, memberi saran-saran. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan. Indonesia kehilangan putra terbaik,” imbuhnya.
Baca juga : Selamat Jalan Pak Kwik Kian Gie: Pejuang Ekonomi Rakyat
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti komitmen Kwik terhadap ekonomi berbasis Pancasila. Ia mengatakan, Kwik terus menekankan pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Pak Kwik seorang tokoh bangsa yang sangat berjasa. Pemikiran-pemikirannya sangat mempertahankan ekonomi Pancasila, ekonomi Pasal 33. Beliau seorang tokoh yang luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai Kwik sebagai sosok yang berani melancarkan kritik, bahkan di masa otoritarianisme Orde Baru.
“Saat era Orde Baru yang begitu hegemonik, Pak Kwik termasuk sedikit orang yang berani melancarkan kritik,” ujar Mahfud.
Sebagai sesama kolega di Kabinet Pemerintahan Presiden Gus Dur, Mahfud melihat Kwik sebagai sosok yang bertanggung jawab dan cakap dalam tugas. Bahkan di usia sepuhnya, pikiran Kwik tetap jernih dan produktif.
Baca juga : Terima PKS, Prabowo Bahas Demokrasi & Isu Palestina
“Sejak sebelum musim digital dan medsos yang instan seperti sekarang, almarhum sering mengirimkan buku dan tulisan-tulisannya kepada saya. Semoga Pak Kwik mendapat surga-Nya,” kata Mahfud.
Mahfud menyebut Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. “Semoga benar akan bermunculan generasi yang sebaik Kwik Kian Gie dalam mencintai dan mengurus tanah air kita,” tambahnya.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa juga menilai Kwik sebagai sosok yang mencintai Indonesia.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Kwik Kian Gie, sahabat saya sesama di Kabinet Ibu Mega. Beliau sangat mencintai Indonesia, tokoh yang kritis namun memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” ungkap Hatta.
Untuk diketahui, Kwik berpulang pada usia 90 tahun, Senin (28/7/2025) pukul 22.00 WIB. Beragam karangan bunga dari berbagai tokoh nasional memenuhi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, tempat jenazah disemayamkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya