RM.id Rakyat Merdeka - Siapa wakil panglima TNI 2025? Pertanyaan itu terjawab pada Minggu (10/8/2025), ketika Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Upacara berlangsung di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, bertepatan dengan Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat bintang empat kepada Tandyo, mengukuhkannya sebagai Jenderal penuh.
“Latih pasukanmu dengan keras tapi tidak dengan kekejaman,” tegas Presiden.
Baca juga : Mantan Wakasad Tandyo Budi Revita Sah Jadi Wakil Panglima TNI
Posisi Wakil Panglima TNI dihidupkan kembali melalui Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025, menggantikan aturan sebelumnya yang dikeluarkan pada 2019. Fungsinya mencakup membantu Panglima TNI dalam pembinaan kekuatan, memberikan masukan kebijakan pertahanan, hingga menggantikan Panglima bila berhalangan.
Profil Jenderal Tandyo Budi Revita
Siapa Tandyo Budi? Wakil Panglima TNI ini lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969, Tandyo berasal dari keluarga sederhana.
Ayahnya seorang guru di Solo, sementara ibunya ibu rumah tangga. Sejak kecil, ia dikenal disiplin dan tekun. Ia memiliki seorang kakak, Mayor Jenderal TNI (Purn) Nugroho Budi Wiryanto, yang pernah menjabat Panglima Kodam III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI AD.
Tandyo adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri Kostrad. Di awal karier, ia menempuh berbagai pendidikan militer spesialis, termasuk Dik PARA, Dik PARA Madya, Diklapa I dan II, Dik Pemburu, hingga Sesko TNI dan Lemhannas.
Baca juga : Soal Pengibaran Bendera One Piece, Wamenaker: Anak Muda Hanya Ingin Didengar
Ia juga memegang berbagai brevet kehormatan, mulai dari Brevet Pemburu, Brevet Kualifikasi Para Raider, hingga Master Parachutist Badge dari U.S. Army.
Kariernya berawal di medan operasi. Pada 1995, ia dipercaya memimpin Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma. Sejak itu, namanya dikenal di lingkaran satuan tempur lintas udara. Ia kemudian menjabat Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, lalu Danbrigif Linud 17/Kujang I.
Memasuki dekade 2010-an, Tandyo mulai mengisi jabatan strategis di tingkat komando. Ia menjadi Asisten Operasi (Asops) Kasdam VII/Wirabuana, Danrindam IX/Udayana, hingga Komandan Resimen Taruna Akmil. Pada 2016, ia memimpin Korem 142/Taroada Tarogau.
Pengalaman di staf umum didapatnya ketika menjabat Perwira Penugasan (Paban) di Mabesad dan Mabes TNI, lalu Direktur Bela Negara di Kementerian Pertahanan. Kariernya terus menanjak saat dipercaya sebagai Direktur Pertahanan Komando dan Keamanan, kemudian Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan.
Baca juga : Mantan Presiden Korsel Tolak Diinterogasi Jaksa
Puncak pengabdian di angkatan darat diraih ketika Tandyo menjadi Panglima Kodam IV/Diponegoro pada 2023. Setahun kemudian, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Dari posisi itulah Presiden Prabowo menariknya untuk menduduki kursi Wakil Panglima TNI, posisi yang terakhir kali diisi Jenderal (Purn) Fachrul Razi pada tahun 2000.
Selama 34 tahun dinas, Tandyo telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama. Ia juga dianugerahi Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun atas pengabdiannya tanpa cela.
Pelantikan Tandyo berbarengan dengan pengukuhan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, seperti Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk Riau dan Kepulauan Riau, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk Sumatera Barat dan Jambi, hingga Kodam XXIV/Mandala Trikora di Merauke, Papua Selatan.
Hadir dalam upacara ini jajaran petinggi negara: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta pimpinan legislatif seperti Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.