RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan pengelolaan sumber daya alam yang melanggar aturan, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga tambang ilegal.
Dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (15/8), Prabowo memaparkan capaian penertiban perkebunan sawit yang bermasalah.
Baca juga : Prabowo: 20 Juta Warga Telah Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
“Pemerintah sudah menguasai kembali 3,1 juta hektar dari potensi 5 juta hektar lahan sawit yang dilaporkan melanggar aturan. Dari 3,7 juta hektar yang sudah diverifikasi melanggar, 3,1 juta hektar sudah kembali dikuasai negara,” ujarnya.
Prabowo menyoroti lambannya eksekusi putusan pengadilan yang telah inkrah 18 tahun lalu terkait penyitaan kebun sawit ilegal. “Tidak ada penegak hukum di masa lalu yang mau melaksanakan. Saya telah perintahkan untuk dikuasai kembali, bahkan mengerahkan pasukan TNI untuk mengawal tim di lapangan karena sering terjadi perlawanan,” tegasnya.
Baca juga : KPK Sebut Lebih Dari Rp 1 Triliun
Presiden menegaskan, setelah sawit, fokus pemerintah akan beralih ke penertiban 1.063 tambang ilegal yang berpotensi merugikan negara minimal Rp300 triliun. “Apakah ada orang besar, orang kuat, jenderal TNI, jenderal polisi, mantan jenderal, tidak ada alasan. Kami akan bertindak atas nama rakyat,” katanya.
Prabowo juga menekankan bahwa pemberantasan tidak pandang bulu, termasuk terhadap kader partainya. “Walaupun kau Gerindra, tidak akan saya lindungi,” ujarnya.
Baca juga : KPK Sebut Kerugian Negara di Kasus Kuota Haji Lebih dari Rp 1 Triliun
Untuk menghindari konflik kepentingan, Prabowo memerintahkan penggunaan pasukan TNI dan Polri dari provinsi lain dalam operasi penertiban. Ia juga memastikan perlindungan bagi penambang kecil yang bergantung pada aktivitas tersebut untuk hidup.
“Kalau rakyat yang nambang ya kita bikin koperasi, kita legalkan, kita atur. Tapi jangan alasan rakyat, tahu-tahunya nyelundup ratusan triliun,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.