RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan.
Pada Senin (25/8/2025), rupiah dibuka menguat 0,55 persen ke level Rp16.261 per dolar AS, dibandingkan penutupan Jumat (22/8/2025) di posisi Rp 16.350 per dolar AS.
Baca juga : Mayoritas Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Sentuh Rp 16.345 Per Dolar
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand tercatat minus 0,09 persen, yen Jepang turun 0,31 persen, yuan China minus 0,02 persen, won Korea Selatan melemah 0,3 persen, dan dolar Singapura turun 0,16 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,23 persen ke level 97,82. Adapun rupiah tercatat melemah terhadap beberapa mata uang lain, yakni terhadap euro minus 0,83 persen ke Rp 19.756, terhadap poundsterling Inggris minus 0,76 persen ke Rp 22.032, dan terhadap dolar Australia minus 0,73 persen ke Rp 10.515.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Tipis Ke Rp 16.276 Per Dolar AS
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatan sepanjang hari ini. Menurutnya, sentimen positif datang dari pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang dinilai “less hawkish”.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam menyusul pidato Powell di Jackson Hole, di mana hal ini meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” jelas Lukman.
Baca juga : Jelang RDG BI, Rupiah Tertekan ke Level Rp 16.302 per Dolar AS
Ia memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.200–Rp 16.300 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.