RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom senior yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia, Dr (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Senin (25/8/2025).
Tahun ini, total ada 141 tokoh dari berbagai kalangan yang menerima tanda jasa dan tanda kehormatan negara. Tradisi ini rutin digelar setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI, sebagai bentuk penghormatan atas dharma bakti, dedikasi, dan kesetiaan luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Baca juga : Dedikasi untuk Negeri, Prabowo Anugerahi Haji Isam Bintang Mahaputera Utama
Burhanuddin diganjar penghargaan atas jasanya menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem perbankan internasional, hingga memimpin kebijakan strategis di tengah tantangan perekonomian global maupun domestik.
Namanya memang tak asing. Burhanuddin tercatat sebagai ekonom yang menorehkan capaian monumental bagi Indonesia.
Salah satunya pada Oktober 2006. Saat menjabat Gubernur Bank Indonesia, ia menjadi tokoh sentral di balik keputusan berani melunasi seluruh utang Indonesia ke International Monetary Fund (IMF).
Baca juga : Dua Tokoh Muhammadiyah Terima Bintang Mahaputra Utama
Kala itu, ia menyampaikan keputusan tersebut dengan kalimat sederhana namun sarat makna.
“Kami sudah menyampaikan kepada IMF, hari ini utang kita dilunasi. Mekanismenya lima hari. Minggu depan Indonesia tak punya utang lagi kepada IMF,” ujarnya.
Langkah strategis ini membuat Indonesia resmi terbebas dari jeratan IMF lebih cepat dari jadwal. Semula, komitmen pelunasan ditargetkan 2010, lalu dipercepat pemerintah menjadi 2007. Namun Burhanuddin memilih melunasi lebih awal, pada 2006, dengan cadangan devisa yang kala itu mencapai US$42,35 miliar.
Baca juga : Produk Petani Tebu Numpuk Di Gudang
Pada Oktober 2006, Indonesia membayar US$3,2 miliar sebagai tahap kedua, setelah sebelumnya melunasi US$3,75 miliar pada Juni 2006. Dengan itu, seluruh utang IMF tuntas, dan Indonesia menorehkan tonggak bersejarah: kemerdekaan ekonomi.
Bintang Mahaputra Adipradana ini bukan penghargaan pertama bagi Burhanuddin. Pada 2007, ia juga menerima Bintang Mahaputra Utama.
Kini, ia tercatat sebagai salah satu putra bangsa yang dua kali menerima Bintang Mahaputra, atas jasa dan pengabdiannya untuk negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.