RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi problematika Over Dimension dan Overloading (ODOL).
Hal itu disampaikan Kakorlantas saat melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan pada Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional, di NTMC Polri, Selasa (26/8/2025).
Kata Irjen Agus, kolaborasi dan koordinasi dengan membentuk satuan tugas (satgas) kantor bersama untuk mengevaluasi langkah-langkah menuju zero Over Dimension dan Overload serta mengglorifikasikan tentang keselamatan.
"Dua isu yang kita bahas tentunya koordinasi dan kolaborasi adalah yang paling utama jadi berkaitan dengan Over Dimension dan Overload kita sepakat bahwa negara harus hadir dan kita sudah membuat satgas dan bahkan ada kantor bersama untuk bisa mengevaluasi langkah-langkah menuju Zero Over Dimension dan Overload termasuk juga mengglorifikasikan tentang keselamatan," kata Irjen Agus, dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : PIS Salurkan 5 Juta Liter Air Bersih untuk Petani di Pedalaman Labuan Bajo
Dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, Kakorlantas mengajak untuk tetap bekerjasama menggelorakan keselamatan dengan langkah-langkah yang komperhensif.
"Jadi pentingnya keselamatan biarpun angka kecelakaannya mulai turun, tetapi kita masih berhati-hati untuk bisa sama-sama bekerja dan bekerja sama-sama untuk mengglorifikasikan dan melakukan langkah-langkah yang komperhensif yang berada di lapangan," ujarnya.
Pada program Safety Week atau pekan keselamatan bersama lima pilar akan menggelorakan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
"Di-safety week nanti kami akan bersama-sama dengan lima pilar untuk mencari langkah-langkah yang tepat bagaimana memberikan gerakan moral supaya keselamatan itu yang paling utama," ujar Agus.
Baca juga : PetroChina dan Pemprov Jambi Perkuat Komitmen untuk Program Sosial
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menambahkan, dengan adanya pembahasan Over Dimension dan Overload dan Hari Keselamatan Lalu Lintas sudah mempersiapkan integrasi data, sarana dan prasarana untuk penegakan hukum dan pengawasan.
"Isu Over Dimension dan Overloas kita dengan Kakorlantas sudah berkomitmen untuk mengawal program Zero Over Dimension dan Overload ini di 2027. Sebelum menuju ke 2027, kita sudah tadi dibicarakan mempersiapkan mulai dari integrasi data, mempersiapkan sarana-prasarana untuk penegakan hukum, pengawasan," tutur Aan.
Berkaitan dengan keselamatan, kecelakaan lalu lintas tentu menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia sehingga diperlukan kerja sama untuk mengelola bersama.
"Kami tadi berdiskusi bagaimana menangani, mengelola bersama-sama terkait masalah kecelakaan lalu lintas ini. Tadi sudah disepakati juga kita akan membentuk tim, baik itu untuk menangani Over Dimension dan Overload maupun untuk menangani daerah rawan kecelakaan lalu lintas," tambahnya.
Baca juga : Praktisi Ketenagakerjaan: Sinergi Serikat & Manajemen Jaga Keberlanjutan Bisnis
"Terkait dengan hari keselamatan lalu lintas jalan tadi sudah diinisiasi oleh Pak Kakor, nanti kita akan melaksanakan Safety Week atau pekan keselamatan yang akan dimulai 16 Septembr sampai dengan 22 September," paparnya.
Aan berharap melalui kegiatan Safety Week yang akan dilaksanakan tanggal 16-22 September 2025 dapat mengingatkan masyarakat pentingnya keselamatan lalu lintas di jalan.
"Mudah-mudahan dengan pekan keselamatan ini bisa mengugah warga masyarakat, bisa mengingatkan warga masyarakat betapa pentingnya keselamatan lalu lintas jalan ini," pungkas Aan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.