BREAKING NEWS
 

Buntut Amuk Massa, Demokrat Minta Maaf Jika Ada Kadernya Yang Salah

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 1 September 2025 06:40 WIB
Ketua DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Instagram/ibasyudhoyono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas meminta maaf jika ada perilaku dan kinerja anggota DPR dari fraksinya yang tidak sesuai kehendak rakyat.

Demikian dikatan Ibas merespons amuk massa akhir-akhir ini yang berujung kericuhan di se­jumlah kota besar di Indonesia. Bahkan, di antaranya, di Jakarta dibarengi dengan penjarahan rumah anggota DPR.

“Kami mohon maaf jika se­lama ini perilaku dan kegiatan-kegiatan kami di DPR RI be­lum mencerminkan sebagai wakil rakyat yang diharapkan,” kata Ibas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Putra bungsu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menegaskan, partain­ya akan introspeksi secara men­dalam atas peristiwa kelam yang terjadi belakangan ini. “Tentu kami ingin mengoreksi secara mendalam sebagai introspeksi dan bagian dari kontemplasi,” kata Ibas.

Baca juga : Di Tengah Gejolak Aksi Demonstrasi, OJK Pastikan Layanan Perbankan Maksimal

Partai Demokrat, kata Ibas, setuju dengan tuntutan demon­stran agar tunjangan anggota DPR dibatalkan karena keuangan negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ibas juga mengucapkan duka cita yang mendalam atas tewas­nya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan yang terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) pada 28 Agustus 2025 malam, di Jakarta.

“Saya berduka berbela sung­kawa kepada Almarhum Affan Kurniawan,” kata Ibas.

Adsense

Amuk massa juga terjadi ter­hadap rumah anggota DPR Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga : Pelaku Usaha Minta Jaminan Keamanan

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi seluruh kader partai.

Wejangan tersebut disampaikan, saat SBY menutup Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) gelombang pertama untuk DPRD Partai Demokrat seluruh Indonesia, di Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025).

“Partai Demokrat harus men­jadi teladan. Tunjukkan kepedulian nyata, jangan buta dan tuli terhadap apa yang dirasakan rakyat,” tegas SBY, Sabtu (30/8/2025).

SBY mengingatkan, di tengah situasi gelombang demonstrasi memprotes kenaikan harga kebutuhan pokok, kritik moral Anggota DPR, hingga isu ketenagakerjaan, kader Demokrat agar tidak sekadar berpolitik.

Baca juga : Petugas Kebersihan Angkut 50 Ton Sampah Aksi Demo

"Tetapi juga hadir di ten­gah masyarakat yang sedang menghadapi tantangan berat," pesannya.

Menurut SBY, keresahan publik kian meningkat akibat situasi ekonomi yang belum stabil pasca pandemi, tekanan inflasi, dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Dia meminta kader Demokrat berada di garis depan untuk menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkannya me­lalui jalur politik secara elegan dan konstitusional.

“Jangan hanya datang ketika pemilu. Demokrat harus hadir setiap saat, saat rakyat butuh perhatian dan solusi,” imbuh SBY. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense