BREAKING NEWS
 

Sri Sultan: Sekolah dan Kampus Harus Bijak Sikapi Unjuk Rasa

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 1 September 2025 14:14 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kedua kanan) seusai Konsolidasi dan Arahan bersama 10 pimpinan perguruan tinggi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (31/8/2025). (Foto: Pemda DI Yogyakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta sekolah dan perguruan tinggi di wilayah DIY mengambil tindakan bijak dalam menyikapi situasi unjuk rasa yang tengah berlangsung.

Sri Sultan mengatakan, aktivitas belajar mengajar tetap perlu berjalan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan masing-masing lembaga pendidikan.

Sri Sultan menyampaikan hal tersebut usai Konsolidasi dan Arahan bersama 10 pimpinan perguruan tinggi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (31/8/2025).

Baca juga : Dinkes DKI Beri Penanganan Medis 341 Korban Aksi Unjuk Rasa

Ia menambahkan, keputusan pembelajaran secara luring maupun dare harus mempertimbangkan kemanfaatan serta dampaknya bagi siswa maupun siswa.

"Saya tidak mengatakan sekolah harus tutup. Tetap belajar, hanya bentuknya disesuaikan dengan kondisi," ujar Sri Sultan.

Adsense

Ia menambahkan, tujuan utama siswa dan pelajar datang ke DIY adalah untuk menempuh pendidikan. Oleh karena itu, keputusan untuk meniadakan pembelajaran perlu benar-benar dipertimbangkan agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Baca juga : Sekolah Rakyat Dinilai Mampu Putus Rantai Kemiskinan

“Kalau sekolah atau kuliah tutup, justru bisa menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Jangan sampai ada kesan seolah-olah Jogja dalam kondisi tidak aman,” ucapnya.

Sri Sultan berharap sekolah dan perguruan tinggi mampu menyeimbangkan kebutuhan menjaga keamanan dan menjaga masyarakat dengan tetap menjamin keberlangsungan pendidikan bagi para peserta didik di DIY.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Arie Sujito mengatakan, UGM memutuskan melakukan perkuliahan daring sementara pada 1 hingga 4 September 2025 imbas dari rangkaian aksi unjuk rasa.

Baca juga : Prabowo Bentuk Dua Lembaga Baru, DPR: Kekayaan Alam Harus Dimaksimalkan

“Ini langkah untuk meminimalkan risiko, tetapi aktivitas energi pendidik dan dosen tetap berlangsung di kampus. Kita memanfaatkan teknologi agar pembelajaran tetap berjalan,” ujarnya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, menyampaikan perkuliahan di UII baru akan dimulai pada 15 September 2025.

“Saat ini masih libur, tetapi kampus siap memastikan perlindungan bagi mahasiswa ketika perkuliahan aktif kembali,” ujar Fathul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense