BREAKING NEWS
 

Cerita Seskab Teddy Soal Anjing Yang Selamatkan Warga Saat Banjir Besar Bali

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 15 September 2025 11:50 WIB
Kondisi anjing-anjing di Bali setelah banjir. Foto: Instagtam/sekretariat.kabinet

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengisahkan peran anjing yang menyelamatkan warga saat banjir besar melanda Bali pada 9–10 September lalu. Banjir besar pertama yang katanya dialami Bali dalam tujuh puluh tahun terakhir.

Lewat akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, ia menulis cerita tentang warga di pinggir sungai yang terbangun karena gonggongan anjing ketika air bah datang menjelang subuh.

“Di lokasi yang dikunjungi Presiden Prabowo kemarin, warga bercerita,” tulis Seskab Teddy di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Minggu (14/9).  Postingan ini diakhir dengan inisial TIW dan tanda pagar (tagar) #CatatanSeskab.

Baca juga : City Gas Tour 2025 Dimulai Di Medan, PGN Ajak Warga Nikmati Energi Bersih

Air bah yang tiba-tiba menerjang rumah-rumah di Bali sekitar pukul 03.00 Wita itu, tulis Seskab Teddy terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur pulau Dewata hampir seharian penuh. Ketika itu, sebagian besar warga masih tertidur pulas di rumah.

“Di tengah rintik air yang makin deras dan genangan banjir yang makin tinggi, anjing-anjing di lingkungan rumah pun terus menggonggong, memecah suara rintik hujan deras,” lanjutnya.

Adsense

Gonggongan anjing-anjing inilah yang akhirnya berhasil membangunkan warga yang masih tidur lelap. Sehingga sebagian warga bisa segera menyelamatkan barang berharga, keluar rumah, dan mencari tempat yang lebih aman.

Baca juga : Puan Minta Pemerintah Gercep Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Bali

“Anjing-anjing ini telah menyelamatkan hidup warga, dari bencana banjir besar,” tandasnya.

Hingga hari kelima pada Senin (15/9/2025), kondisi banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut di sejumlah titik, meski Bali masih berstatus siaga tanggap darurat bencana. 

Data pemerintah mencatat jumlah korban jiwa menjadi 17 orang. Kota Denpasar menjadi wilayah paling terdampak dengan 81 titik banjir dan 11 korban jiwa. Sementara itu, Badung mencatat satu korban, Jembrana dua korban, dan Gianyar tiga korban.

Baca juga : Kementerian PU Cepat Tanggap Tangani Banjir Di Bali

Kondisi di Pasar Badung kini membaik setelah air yang sempat merendam lantai bawah surut total. Pemerintah daerah menargetkan lebih dari 400 pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari bisa kembali berdagang dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurrofiq, menjelaskan curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama banjir. Wilayah selatan Bali dari pegunungan hingga pesisir paling terdampak. 

Ia menyoroti minimnya tutupan hutan di sekitar Gunung Batur, Kabupaten Bangli, yang kini tersisa di bawah 4 persen. Dari total 49.000 hektare daerah aliran sungai, hanya 1.200 hektare masih memiliki vegetasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense