Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jurus Cepat Jinakkan Harga, Segera Gaet Pedagang Banjiri Beras Di Pasar
Minggu, 31 Agustus 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Harga beras terpantau masih tinggi. Untuk menjinakkannya, Bulog didorong meningkatkan efektivitas operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Salah satu caranya dengan membanjiri komoditas itu di pasar dengan melibatkan pedagang.
Masukan itu disampaikan pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Khudori.
“Pedagang pasti memiliki jaringan pemasaran. Jejaring yang luas memungkinkan penyaluran operasi pasar berjumlah besar dan cepat,” ujar Khudori kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Khudori mengingatkan, tujuan operasi pasar adalah mengguyur beras untuk pedagang di pasar, bukan hanya mengalirkan beras ke komunitas atau konsumen akhir, seperti yang dilayani saat ini.
Baca juga : Tambah Sumber Pendapatan, DKI Didorong Garap Aset Parkiran GOR
“Kuncinya, penuhi pasar dengan beras. Berapa pun permintaan, mesti dipenuhi. Indikatornya harga. Kalau pasokan melimpah, harga akan turun, setidaknya tertahan tidak naik terus,” tegasnya.
Sejauh ini harga beras masih fluktuatif. Sebab, bila merujuk data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), pada pekan ketiga Agustus 2025, harga rerata nasional beras medium dan premium di zona 1 masing-masing Rp 14.005 per kilogram (kg) dan Rp 15.437/kg.
Sementara pada pekan kedua Agustus 2025, harga beras medium dan premium masing-masing mencapai Rp 14.012/kg dan Rp 15.435/kg.
“Tampak harga beras medium turun tipis, sementara harga beras premium naik tipis,” katanya.
Baca juga : Sembunyikan Aset, KPK Bakal Menjerat ‘Sultan’ Kemnaker Dengan Pasal TPPU
Bahkan, harga beras di pekan ketiga Agustus 2025 lebih tinggi dibandingkan Juli 2025, yaitu sebesar Rp 13.853/kg untuk beras medium dan Rp 15.310/kg untuk beras premium.
Lalu, harga beras di pekan ketiga Agustus 2025 melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500/kg untuk beras medium, dan Rp 14.900/kg untuk beras premium.
Ia menilai, setidaknya ada tiga penyebab terkait harga beras masih persisten tinggi. Yaitu operasi pasar SPHP belum efektif. Serta Perum Bulog masih berburu gabah di pasar melalui mitra maklon, dan surplus produksi turun.
“Ketiga faktor saling terkait dan saling memperkuat satu sama lain,” ucapnya
Baca juga : Inter Milan Vs Udinese, Si Ular Besar Siap Caplok Zebra Kecil
Ia menjelaskan, sejak disalurkan kembali mulai 14 Juli-27 Agustus 2025, Bulog baru mengalirkan 274.972 ton beras SPHP.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya