BREAKING NEWS
 

AI Jadi Game Changer Daya Saing Logistik Indonesia

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 23 September 2025 21:37 WIB
Foto: Dok. Pribadi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) sudah bersifat keniscayaan bagi dunia usaha, tanpa terkecuali sektor logistik dan rantai pasok nasional.

Untuk itu, FIATA (International Federation of Freight Forwarders Associations) melihat adopsi dan implementasi penggunaan AI pada sektor logistik rantai pasok wajib didukung dengan kolaborasi bersama antara pemerintah dan pelaku usaha logistik rantai pasok nasional.

Chairperson FIATA Region Asia-Pacific sekaligus Ketua Dewan Pembina ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, menyebut bahwa saat ini sektor logistik rantai pasok dunia dipertemukan dengan kehadiran AI yang mengakselerasi dan mentransformasi operasional sektor ini.

“Para pelaku usaha sektor logistik kelas global sudah mengintegrasikan penggunaan AI dalam operasi usaha mereka, khususnya menjadikan proses bisnis mereka yang lebih cepat dan efisien,” tuturnya.

Dia menyatakan, hal ini menjadi indikasi bahwa peranan AI tidak terhindarkan bagi dunia usaha. Para pelaku usaha sektor logistik rantai pasok nasional juga harus mulai dengan serius membangun kapasitas operasionalnya.

Baca juga : Sharp AC Installer Championship 2025, Tingkatkan Kompetensi Teknisi AC indonesia

Sebagai informasi, laporan lembaga pemasaran dan riset global Gitnux tahun 2025 ini menemukan bahwa berbagai perusahaan global memanfaatkan AI untuk operasional usaha mereka.

Termasuk, dalam meningkatkan efisiensi waktu dan menekan biaya logistik, demand forecasting dan perencanaan strategi pada data dan tren pasar, manajemen perjalanan dan pemeliharaan armada, hingga otomasi layanan pelanggan.

Hal ini bahkan lebih jauh terbukti mendorong daya saing perusahaan yang lebih kompetitif.

Sebanyak 60 persen perusahaan yang mengadopsi AI mengaku telah meningkatkan efisiensi operasional jasa pengiriman barang.

Adsense

Yukki melanjutkan, dengan disrupsi dan tantangan perdagangan global pasca covid, intensitas geopolitik pada rute pelayaran strategis, dan perang tarif, sektor logistik rantai pasok global sangat rentan terhadap ketidakpastian.

Baca juga : Inter Raih Kemenangan, Kiper Timnas Indonesia Gemilang

Dalam konteks inilah AI membantu para pelaku usaha dalam membaca lanskap saat ini demi keputusan bisnis yang lebih akurat.

AI menjadi keniscayaan dalam membantu pelaku usaha sektor logistik dalam menganalisa situasi rantai pasok global, mengumpulkan data yang akurat terhadap landskap jalur perdagangan yang terdisrupsi, dan mengintegrasikannya dalam operasional kegiatan bisnis yang lebih efisien.

“Oleh karena itu, perusahaan di Indonesia perlu segera adaptif terhadap AI, termasuk mempersiapkan kapasitas SDMnya. AI dapat menjadi ‘game changer’ untuk mengakselerasi daya saing sektor logistik rantai pasok nasiona” tutur Yukki.

Senada dengan Yukki, Ekonom INDEF, Ariyo DP Irhamna, menggarisbawahi bahwa peran pemerintah dalam membangun infrastruktur logistik dan digital sangat krusial demi meningkatkan daya saing sektor logistik rantai pasok nasional.

“Pembangunan infrastruktur logistik yang terintegrasi memang tetap menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing nasional, namun pemerintah juga perlu melihat kehadiran AI yang memiliki potensi untuk mengakselerasi upaya tersebut,” ucapnya.

Baca juga : Prabowo Tiba Di Jepang, Siap Sambangi Paviliun Indonesia Di Osaka Expo

Ariyo juga menekankan, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan Perpres Penguatan Sektor Logistik, maka perlu memperhatikan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur logistik yang mampu mengungkit aktivitas ekonomi nantinya. Namun juga implementasi AI pada proyek infrastruktur tersebut.

“Jika faktor AI diikutsertakan dalam Perpres tersebut, nantinya para pelaku industri juga mulai memberi perhatian untuk mulai dengan serius mengadopsi AI dalam operasional bisnis,” kata Ariyo.

Saat ini merupakan momentum penting adopsi AI di sektor logistik rantai pasok agar terintegrasi pada tatanan perdagangan global pasca perang tarif.

“Yang terpenting, akselerasi AI nantinya membantu sektor ini berkontribusi lebih tinggi pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo," tutup Yukki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense