BREAKING NEWS
 

Hari Tani Nasional

Don Muzakir: Lawan Mafia Tanah, Kawal Program Presiden

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 25 September 2025 17:49 WIB
Foto: Tani Merdeka Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana Desa Karangmulya, Indramayu, pada Selasa 24 September 2025 tampak berbeda. Ratusan petani berkumpul memperingati Hari Tani Nasional.

Di tengah barisan mereka, bendera dan spanduk Tani Merdeka Indonesia dibentangkan, sebagian bertuliskan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat, berdiri di depan massa. Dengan suara lantang ia membacakan pernyataan sikap Tani Merdeka Indonesia yang menegaskan petani sebagai jantung pembangunan bangsa.

Dari sawah dan ladang, kehidupan 280 juta rakyat Indonesia bergantung. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan petani bukan beban, melainkan penopang utama negara.

Baca juga : BRI Perkuat Sektor Pertanian Lewat Akses Pembiayaan Dan Pemberdayaan Inklusif

“Petani adalah sumber ketahanan bangsa. Pembangunan tidak bisa berjalan tanpa petani yang sejahtera dan merdeka,” ujar Don Muzakir.

Dalam momentum itu, Tani Merdeka juga menyatakan diri mengamalkan ajaran yang mereka sebut “Prabowoisme”.

Don Muzakir menjelaskan, gagasan itu menempatkan kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan sebagai prinsip utama. Menurutnya, Indonesia hanya bisa berdaulat jika desa menjadi titik awal pembangunan.

Adsense

“Prabowoisme adalah penolakan terhadap dominasi oligarki. Kita membangun Indonesia dari desa menuju negara yang kuat,” kata Don Muzakir. 

Baca juga : Legiun Veteran Bandung Terima Bantuan Lewat Program Heroes of Happiness

Dia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh program pemerintahan Presiden Prabowo. Mulai dari swasembada pangan, distribusi pupuk bersubsidi, pembangunan bendungan, hingga hilirisasi produk pertanian.

“Kami akan kawal setiap kebijakan yang berpihak kepada petani. Kami berdiri di garis depan bersama Presiden,” ujarnya.

Namun, Tani Merdeka Indonesia menolak alih fungsi lahan dan perampasan tanah dengan alasan investasi. Mereka menyerukan revolusi pangan dan mengajak generasi muda kembali ke desa.

“Bangun kembali sawah, ladang, dan kebun. Masa depan bangsa ada di sana,” seri Don Muzakir.

Baca juga : Petani Milenial Garut Ini Buktikan Bertani Bisa Jadi Profesi Modern

Tani Merdeka Indonesia mendesak penyelesaian konflik agraria, pemerintah segera menindak mafia tanah, dan pangan.

Menurut Don Muzakir, praktik mafia itu telah lama merugikan petani sekaligus negara. Dia menilai keberpihakan Presiden telah memberi harapan baru.

“Kami berterima kasih kepada Presiden yang berdiri di sisi rakyat. Perjuangan ini akan terus kami kawal,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense