RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama 41 bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) optimistis bisa menyalurkan 350 ribu unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2025.
Target ini naik signifikan dibanding capaian tahun lalu yang hanya 220 ribu unit.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, optimisme itu didasarkan pada realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang terus menunjukkan tren positif.
Hingga 24 September 2025, sudah tersalur 180.126 unit atau 51,46 persen dari target, dengan nilai pembiayaan Rp 22,35 triliun.
"Melihat capaian ini, saya optimistis target 350 ribu unit rumah subsidi bisa tercapai di akhir tahun. BP Tapera bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan berbagai langkah percepatan dalam penyaluran FLPP," ujar Heru Kamis (23/9/2025).
Baca juga : PKP-BP Tapera Akad Massal 25 Ribu Keluarga Rumah Subsidi
Tahun ini, program FLPP melibatkan 38 bank penyalur dan 7.354 pengembang di 11.421 lokasi, tersebar di 33 Provinsi dan 394 Kabupaten/Kota.
Jawa Barat tercatat paling tinggi dengan 41.243 unit, disusul Jawa Tengah (15.665 unit), Sulawesi Selatan (14.463 unit), dan Banten (12.216 unit).
Dari sisi bank, BTN masih mendominasi dengan 90.923 unit, diikuti BTN Syariah (36.589 unit) dan BRI (17.373 unit).
Dari sisi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menempati posisi teratas dengan 75.141 unit, disusul Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) (54.409 unit), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) (24.465 unit), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasiona (ASPRUMNAS) (5.944 unit), dan Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS) (5.822 unit).
Untuk memperluas akses, BP Tapera tahun ini menambah dua bank penyalur baru, yakni Bank Nobu dan Bank Artha Graha.
Baca juga : Menteri PKP Minta BPS Bereskan Data, Target 3 Juta Rumah Dikebut
Didukung 41 Bank
Dengan begitu, total ada 41 bank yang aktif mendukung program FLPP. Bersama OJK, BP Tapera juga mendorong percepatan proses terhadap 111 ribu debitur di aplikasi Sikasep yang statusnya masih tertahan di bank.
Langkah strategis lainnya adalah akad massal 25 ribu unit rumah subsidi pada 29 September 2025 di Cileungsi, Bogor. Acara ini akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri, anggota DPR, bank penyalur, serta pelaku sektor perumahan.
Heru, aktivis senior HMI ini menambahkan, keberhasilan program FLPP tak lepas dari dukungan penuh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dukungan itu memungkinkan BP Tapera memperluas segmentasi penerima manfaat, termasuk masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Baca juga : Pasar Properti Menggeliat, REI Banten Targetkan 15 Ribu Rumah Subsidi Per Tahun
"Dukungan Kementerian PKP membuat penyaluran FLPP semakin tepat sasaran, termasuk bagi profesi non fixed income. Kini, semakin banyak MBR, mulai dari driver ojol, asisten rumah tangga, guru, petani, buruh, nelayan, tenaga kesehatan, hingga TNI-Polri, bisa memiliki rumah layak dengan harga terjangkau," jelas mantan Pegawai Kemenkeu ini.
Dengan penambahan kuota 350 ribu unit di 2025, peluang memiliki rumah subsidi makin terbuka luas, termasuk bagi generasi milenial dan Gen Z.
Harapannya, tujuan besar Pemerintah menyediakan hunian layak, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa lebih cepat tercapai.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.