Sebelumnya
Menurut Nanang, tim SAR tengah berupaya membuka lapisan paling bawah bangunan yang ambruk dengan presisi dan hati-hati. “Kalau lapisan paling bawah sudah terbuka, mudahmudahan bisa terlihat korban lainnya untuk segera dievakuasi,” ujarnya.
Nanang menambahkan, operasi evakuasi diperkirakan berlangsung hingga Sabtu (4/10/2025) sore. Pencarian dilakukan 24 jam dengan bantuan peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mendukung penuh operasi ini. Mereka mengerahkan logistik dan peralatan, termasuk 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta sejumlah alat berat seperti crane, excavator breaker, truk jungkit, hingga ambulans.
Analisis awal penyebab ambruknya bangunan adalah kegagalan struktur. Tambahan lantai yang tengah dicor memberikan beban berlebih pada pondasi yang tidak dirancang untuk menampung kapasitas tersebut.
Baca juga : Hari Ini Buka Pendaftaran Calon Ketua, Golkar Bengkulu Siap Gelar Musda
Menanggapi musibah ini, Menteri Agama (Menag) KH. Nasaruddin Umar menyatakan akan membuat aturan khusus. Ia berencana mengevaluasi seluruh bangunan pondok pesantren, madrasah, serta rumah-rumah ibadah. Imam Besar Masjid Istiqlal ini akan bertemu dengan para ahli untuk merumuskan kebijakan terpadu agar kejadian serupa tak terulang.
“Agar betul-betul memenuhi standar yang telah ditentukan pemerintah. Dalam hal ini ada persyaratan teknis yang harus dilakukan,” ujarnya usai Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional di Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berjanji menjadikan korban santri yang diamputasi sebagai anak angkat. Ada empat santri yang diamputasi, yakni Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana.
Pria yang dijuluki Panglima Santri ini berjanji menjamin pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.
Baca juga : Kisruh Di Markas PPP, Kubu Mardiono Ngajak Kubu Agus Rukun Lagi
“Pokoke sing diamputasi tak dadekno anak angkatku ya. Tak urus, sampe kuliah, tak bantu kabeh (Pokoknya yang diamputasi saya jadikan anak angkat. Saya urus sampai kuliah, semua saya bantu),” kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat ini dengan suara berat saat menemui korban di Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 4536/PB.03/A.I.01.47/99/10/2025, ditandatangani Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
PBNU mengimbau seluruh Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia, serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) di berbagai negara menyelenggarakan salat gaib dan tahlil bersama warga NU di wilayah masing-masing. “Ditujukan untuk segenap korban meninggal dunia dalam musibah Pondok Pesantren Al Khoziny Kabupaten Sidoarjo,” tulis SE tersebut.
Gus Yahya menegaskan NU segera berkoordinasi dengan PCNU, RS Siti Hajar, serta berbagai elemen dan pesantren terdekat untuk memberikan bantuan serta melakukan langkah penanganan bersama.
Baca juga : BSN Targetkan Nasabah Makin Berkah Sejahtera
Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, KH. Abdus Salam Mujib, menyampaikan permohonan maaf. Ia menyebut kejadian ini sebagai takdir dari Tuhan dan meminta semua pihak untuk bersabar.
“Ya saya kira ini takdir dari Allah, jadi semuanya harus bisa bersabar. Dan mudah-mudahan juga diberi pengganti oleh Allah yang lebih baik,” kata Mujib dengan suara berat. [UMM/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.