RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) di bawah kepemimpinan Heru Pudyo Nugroho terus memperluas penerima manfaat melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di berbagai provinsi. Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki hunian layak dan terjangkau.
Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP mencatat tren positif dengan kenaikan signifikan setiap bulan.
Komisioner BP Tapera, Heru mengungkapkan, bahwa dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, capaian FLPP menunjukkan hasil luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Per hari ini, untuk FLPP yang sudah akad dan cair mencapai 203.439 unit rumah. Sementara KPR Tapera untuk ASN, yang likuiditasnya masih terbatas karena belum ada simpanan baru, telah mencapai sekitar 121 unit. Jadi total realisasi dari 1 Januari hingga 20 Oktober 2025 sudah mencapai 203.560 unit rumah," ujar Heru di Kantor BP Tapera, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca juga : Mentan Amran: Hilirisasi Gambir, Kelapa, Lada, Kakao Bisa Tembus Ribuan Triliun
Selain itu, kata Heru, masih ada sekitar 46.583 unit rumah dalam proses pembangunan, ready stock, maupun sudah akad tetapi belum pencairan.
"Kalau seluruhnya dihitung, total rumah yang siap dicairkan mencapai 250.153 unit," tambahnya.
Heru melanjutkan, jika dihitung sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo pada tahun 2024 hingga saat ini, total penyaluran FLPP mencapai 237.849 unit rumah. Sementara untuk KPR Tapera PNS mencapai 1.306 unit, sehingga total keseluruhan realisasi mencapai 239.165 unit rumah.
"Kalau ditambah dengan yang masih proses pembangunan dan menunggu pencairan, totalnya sudah 289.226 unit rumah. Sementara nilai rupiah untuk FLPP tahun ini sudah menembus Rp29,53 triliun. Ini capaian yang luar biasa berkat orkestrasi dan kolaborasi seluruh ekosistem perumahan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," jelasnya.
Baca juga : Hormati Putusan MK, BP Tapera Optimalkan Dana FLPP Untuk MBR
Heru yang juga aktivis HMI ini menuturkan, capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara BP Tapera dengan 12 asosiasi pengembang, 41 bank penyalur, dan berbagai pemangku kepentingan lain.
"Dari sisi realisasi, jika dibandingkan periode 20 Oktober 2023–2024 dengan 20 Oktober 2024–2025, terjadi pertumbuhan sekitar 10,99 persen," ujarnya.
Ia menegaskan, BP Tapera tetap optimistis target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi tahun ini bisa tercapai hingga akhir Desember 2025.
"Kami melihat permintaan rumah subsidi terus meningkat. Hingga saat ini, pendaftar di aplikasi Sikasep sudah mencapai 270.286 calon penerima, sementara yang sudah akad dan cair sebanyak 203.439 unit. Ini akan terus kami kejar agar realisasi optimal hingga akhir tahun," tegas Heru.
Baca juga : Ara Gaspol, Rumah Subsidi Di Jawa Barat Tembus 41 Ribu Unit
Untuk mempercepat pencapaian target, BP Tapera gencar melakukan sosialisasi dan kolaborasi di berbagai daerah.
"Kami sudah turun langsung ke daerah-daerah dengan potensi permintaan tinggi, seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur—terutama Surabaya, Malang, dan Jember," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.