Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perluas Karpet Merah Untuk Masyarakat Kecil
Ara Gaspol, Rumah Subsidi Di Jawa Barat Tembus 41 Ribu Unit
Selasa, 30 September 2025 10:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memperluas "karpet merah" bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Selama 10 bulan memimpin di Kabinet Merah Putih, Ara, sapaan Maruarar Sirait, bersama ekosistem perumahan berhasil meningkatkan pembangunan rumah subsidi.
Berdasarkan data per 26 September 2025, penyaluran rumah subsidi berjalan masif di berbagai Provinsi, Kabupaten/Kota, Bank Penyalur hingga Asosiasi Pengembang.
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi terbesar dengan realisasi FLPP mencapai 41.978 unit rumah subsidi. Jumlah ini jauh melampaui daerah lain.
Posisi berikutnya, ditempati Jawa Tengah 15.838 unit, Sulawesi Tengah 14.811 unit, Banten 12.344 unit, Jawa Timur 12.083 unit, dan Sumatera Selatan 11.125 unit. Adapun Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan masing-masing mencatat 7.607 unit dan 7.565 unit.
Baca juga : Laskar Merah Putih Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Dampak Demonstrasi
"Jika dilihat dari skala Kabupaten/Kota, capaian terbesar diraih Kabupaten Bekasi dengan 9.537 unit, diikuti Kabupaten Bogor 7.028 unit, Kabupaten Tangerang 5.594 unit, dan Kabupaten Karawang 4.765 unit," jelas Ara di acara Akad Massal 260 Ribu KPR FLPP dan Serah Terima Kunci Bersama Presiden Di Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025)
Di luar Jawa, sejumlah daerah juga mencatat angka signifikan, seperti Kota Kendari 4.251 unit, Kota Palembang 4.175 unit, Kabupaten Deli Serdang 4.047 unit, serta Kabupaten Maros 3.833 unit.
Peran sektor perbankan juga dominan. Bank BTN saat ini menyalurkan 93.098 unit, disusul BTN Syariah 36.589 unit, Bank BRI 17.515 unit, BNI 8.440 unit, dan Bank Mandiri 7.963 unit.
Bank daerah pun ikut berkontribusi, di antaranya BJB yang menyalurkan 2.923 unit, Bank Syariah Indonesia (BSI) 2.912 unit, dan BJB Syariah 2.066 unit.
Dari sisi asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi motor utama dengan kontribusi 76.513 unit, disusul Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) 55.188 unit.
Baca juga : Pekerja ART & Baby Sitter Menangis Haru, Dapat Kunci Rumah Subsidi Dari Prabowo
Kemudian, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) 24.816 unit, sosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) 6.064 unit.
Berikutnya, Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) 5.909 unit, Pengembang Indonesia 5.688 unit, Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) 3.184 unit, serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Bersatu (Apersi Bersatu) dengan 1.340 unit.
Tak hanya realisasi FLPP, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga mencatat perkembangan positif.
Kalimantan Barat menempati posisi tertinggi dengan 6.494 unit, disusul Sulawesi Selatan 5.728 unit, Kalimantan Selatan 4.847 unit, Sumatera Selatan 4.739 unit.
Kemudian, Jawa Barat 4.078 unit. Jawa Timur 3.322 unit, Sulawesi Tenggara 2.976 unit, serta Sumatera Utara 2.675 unit.
Baca juga : Selasa Depan, Menteri Ara & Mendagri Akan Tinjau Lokasi Rumah Subsidi Di Wamena
Dengan capaian hingga September ini, Pemerintah optimistis target penyaluran rumah subsidi tahun 2025 sebanyak 350 ribu unit bisa tercapai, seiring kolaborasi erat antara Pemerintah, Perbankan, dan Asosiasi Pengembang.
“Semua ini untuk memperluas akses perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah tanpa ada kenaikan bunga subsidi,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Ara menambahkan, PKP juga sudah bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membangun rumah susun subsidi di tengah kota.
“Dalam waktu dekat kita akan mulai membangun rusun di daerah padat penduduk di Jakarta. Mohon doanya, semoga diberi kelancaran untuk membantu warga Jakarta,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya