Sebelumnya
Nilai-nilai politik ini bahkan merambah ke sektor yang juga substantial seperti keterlibatannya dalam forum-forum internasional untuk mengagregasi kepentingan muslim secara keseluruhan. Tak ayal, jika Presiden Prabowo meyakini secara sungguh-sungguh makna kemanusiaan internasional. Sebagai tokoh bangsa yang telah malang-melintang di mancanegara, ia memahami bahwa Indonesia tidak bisa hidup mengurus masalahnya sendiri. Cakrawala berpikir anak bangsa perlu dibuka lebar-lebar agar terhubung pada komunitas internasional. Publik pun bersuka cita dengan capaian ini. Sedikit banyaknya akan berdampak pada posisi tawar Indonesia di ranah global.
Pada saat yang sama, Presiden gencar menggaungkan internasionalisasi Islam sebagai sebuah paradigma diplomasi yang strategis. Sebagai negara dengan modal sosial berupa populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki legitimasi alamiah untuk mempromosikan wajah Islam yang moderat dan inklusif di panggung global. Paradigma ini tidak sekadar menjadikan Islam sebagai identitas, melainkan sebagai aset soft power yang dapat ditransformasikan menjadi pengaruh politik dan kultural. Presiden juga tentu menyadari untuk terlibat secara intensif dalam forum-forum internasional tersebut, ia perlu mengonsolidasikan kelembagaan pesantren terlebih dahulu secara ekstensif. Dengan demikian, melalui pembentukan ditjen ini diharapkan bisa mengintegrasikan dimensi-dimensi utama tersebut secara detail.
Baca juga : Survei IPO: Mayoritas Publik Puas dan Percaya pada Presiden Prabowo
Melalui konsep Islam Nusantara yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, dan keseimbangan antara tradisi dengan modernitas, Indonesia berusaha menawarkan alternatif narasi terhadap wacana keislaman global yang kerap diwarnai polarisasi. Inisiatif-inisiatif konkret seperti menjadi mediator konflik di dunia Muslim, memprakarsai forum kemanusiaan Islam, dan memperkuat kerja sama pendidikan antarmadrasah merupakan manifestasi dari paradigma ini.
Ide Islam dan kemanusiaan menjadi isu sentral yang tidak lekang zaman. Tentu ini tidak berhenti pada tahap konsep. Presiden dan pemerintahannya mendorong ini ke level selanjutnya dan dikerjakan dalam kurun waktu yang tergolong cepat.
Kerja Keras
Baca juga : Inflasi Indonesia Terendah Di G20, Prabowo Puji Jokowi
Hal yang paling kentara dilakukan Presiden Prabowo yaitu bentuk dukungan paling riil dan berprinsip adalah advokasinya yang vokal di panggung global untuk kemerdekaan Palestina. Sebelumnya, pada tahun 2023 sebagai Menteri Pertahanan, ia secara konsisten menegaskan dukungan Indonesia terhadap keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada September 2023, pidatonya di Sidang Umum PBB ke-78 menjadi bukti konkret dari komitmen ini, di mana ia tidak hanya menyuarakan solidaritas, tetapi secara tegas memperjuangkan legitimasi dan kedaulatan Palestina di hadapan masyarakat internasional.
Lebih dari sekadar dukungan politik, Prabowo juga terlibat langsung dalam upaya kemanusiaan dan rekonstruksi untuk rakyat Palestina. Pada Februari 2024, dalam sebuah aksi yang sangat signifikan, Indonesia di bawah kepemimpinannya sebagai Menteri Pertahanan ditunjuk sebagai Co-Chair Konferensi Donor RECAAP (Reconstruction Committee for the Agreement on the Reconstruction of the Gaza Strip).
Baca juga : 81,5 Persen Rakyat Percaya Pemerintahan Prabowo
Posisi strategis ini memungkinkan Prabowo untuk memimpin upaya internasional dalam menggalang dana dan merencanakan pembangunan kembali Gaza yang hancur karena perang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.