Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menag Resmikan STAI Aisyah, Kampus Khusus Muslimah Pertama di Indonesia
Minggu, 19 Juli 2026 15:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aisyah Binti Abu Bakar, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026). STAI Aisyah lembaga pendidikan tinggi Islam khusus Muslimah pertama di Indonesia.
Menag berharap, kampus ini dapat menjadi institusi bagi lahirnya para mufassirah (perempuan ahli tafsir) yang progresif, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
Ia menekankan pentingnya penguasaan literasi Bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur'an secara kontekstual. Menurutnya, pemahaman teks tanpa kedalaman bahasa sering kali menjebak seseorang pada interpretasi yang ekstrem, baik itu liberal maupun radikal.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Kamis 16 Juli, Cek di Sini Lokasinya
"STAI Aisyah Binti Abu Bakar ini harus mampu melahirkan mufassirah yang mumpuni. Kita butuh pemikiran-pemikiran baru yang segar, yang mampu menafsirkan Al-Qur'an sesuai dengan konteks budaya dan zaman kita di Indonesia, tanpa harus keluar dari koridor Al-Qur'an dan Hadis," ujar Menag, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam peradaban Islam. Menag menyatakan, Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi martabat perempuan. Oleh karena itu, para mahasiswi harus berani berpikir kritis dan memberikan kontribusi intelektual bagi umat.
"Saya ingin di sini lahir pemikiran progresif. Berbeda pendapat boleh, selama argumen yang dibangun tetap berpijak pada metodologi keilmuan yang benar. Islam itu moderat, dan tugas kita adalah menerjemahkan nilai-nilai Islam tersebut ke dalam norma sosial yang relevan dengan kebutuhan zaman," tambahnya.
Baca juga : AFTECH Petakan 5 Transisi yang Bentuk Masa Depan Fintech Indonesia
Menag juga memberikan perhatian khusus pada pentingnya menjaga lingkungan hidup. Ia menyampaikan gagasan perlunya menambahkan Maqashid Syariah baru, yakni Al-Muhafadzah 'ala al-bi'ah (pelestarian lingkungan), mengingat ancaman perubahan iklim yang berdampak global.
Ia juga berpesan agar kampus ini menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi mahasiswi untuk berekspresi. "Jadilah mahasiswi yang jernih pemikirannya. Saya berharap kampus ini menjadi pusat pemberdayaan perempuan yang memberikan penguatan bagi nasionalisme, kemanusiaan, dan keislaman yang rahmatan lil 'alamin," pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian STAI Aisyah Binti Abu Bakar oleh Menag didampingi Ketua STAI Aisyah Edi Suwanto, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum Andi Salman Maggalatung, Perwakilan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya