BREAKING NEWS
 

Peringati Sumpah Pemuda

Prodi Pendidikan Sejarah STKIP YAP Payakumbuh Gelar Seminar Nasional Hybrid

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 29 Oktober 2025 17:15 WIB
Memperingati Sumpah Pemuda, Prodi Pendidikan Sejarah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh menggelar Seminar Nasional Hybrid pada Rabu (29/10/2025). [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Seabad peristiwa Sumpah Pemuda diperingati Prodi Pendidikan Sejarah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh dengan menggelar Seminar Nasional Hybrid pada Rabu (29/10/2025).

Seminar bertema “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan” ini menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.

Selain itu, juga hadir pembicara dari Pusat Riset Khazanah, Keagamaan dan Peradaban Badan Riset dan Inovasi Nasional (PR-KPP BRIN), Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Riau dan Kepulauan Riau, termasuk dari STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh selaku tuan rumah.

Baca juga : KCIC Peringati Hari Sumpah Pemuda Bersama Penumpang Whoosh di Stasiun

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Hybrid, Fikrul Hanif Sufyan menegaskan, pergerakan kebangsaan yang telah berusia hampir satu abad itu, tidak hanya dilakoni oleh kaum laki-laki, namun juga oleh perempuan.

Seminar Nasional Hybrid pada Rabu (29/10/2025) diikuti tak kurang dari 220 orang peserta secara luring dan daring. [Foto: Dok]

Geliat perempuan –terutama di Sumatra pada awal abad ke-20, digerakkan oleh perempuan yang terdidik. Mereka berasal dari sekolah untuk perempuan, seperti Madrasatu lil Banat, kini dikenal dengan nama Diniyah Putri Padang Panjang. “Itulah yang menjadi dasar pemikiran, untuk menggelar seminar nasional,” ungkapnya, di depan 220 orang peserta yang mengikuti secara luring dan daring.

Selain itu, lanjut Fikrul Hanif, Prodi Pendidikan Sejarah juga membuka Sejarah Perempuan sebagai bagian mata kuliah, karena mempunyai arti penting dalam kesejarahan di Sumatra Barat.

Baca juga : Lamhot Sinaga: Sumpah Pemuda Energi Persatuan dan Pembangunan Nasional

Untuk melaksanakan acara seminar nasional ini, Prodi Pendidikan Sejarah bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PR-KKP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia (PPSI).

Terkait hal ini, Kepala PR-KKP BRIN, Wuri Handoko menjelaskan, seminar nasional ini sangat penting, untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang peran perempuan dalam membangun kebangsaan. Dualitas peran perempuan dan laki-laki dalam pergerakan kebangsaan tidak bisa dipisahkan.

Adsense

“Sejak masa perjuangan, banyak pahlawan perempuan mengambil peran penting. Demikian juga dalam konteks mengisi pembangunan, perempuan mempunyai peran yang sangat signifikan,” tegas Wuri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense