BREAKING NEWS
 

BNPT Ajak Siswa Banyumas Jadi Duta Toleransi di Dunia Digital

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 1 November 2025 09:59 WIB
Dialog Kebangsaan BNPT bersama Satuan Pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas. (Foto: Dok. BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekolah bukan cuma tempat menimba ilmu, tapi juga arena membentuk karakter bangsa. Di sana, siswa belajar merawat kebhinnekaan dan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Prof. Irfan Idris, saat membuka Dialog Kebangsaan bersama Satuan Pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas. Acara yang diikuti sekitar 130 siswa dan 70 guru dari 38 sekolah di Banyumas ini digelar hasil kolaborasi BNPT RI dengan Komisi XIII DPR. Hadir pula Anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo.

Tiga Peran Generasi Digital

Dalam paparannya, Prof. Irfan mengajak pelajar mengambil tiga peran penting di era digital. “Pertama, jadilah generasi yang kritis dan bijak dalam bermedia. Kecakapan digital bukan cuma bisa mengoperasikan aplikasi, tapi juga soal kebijaksanaan dalam menggunakannya,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya prinsip ‘Saring sebelum Sharing’ agar siswa tak mudah termakan hoaks dan provokasi. “Gunakan kemampuan berpikir kritis untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya ke ruang publik,” tambahnya.

Baca juga : Mendagri Dorong Pemda Perkuat Keuangan Digital

Kedua, menjadi duta perdamaian dan produsen konten positif. Ia mendorong siswa agar tak tinggal diam ketika ruang digital dipenuhi narasi kebencian. “Gunakan kreativitas kalian untuk menyebarkan pesan damai, toleransi, dan kebersamaan lintas suku serta agama. Tunjukkan bahwa moderasi itu keren,” tegas mantan Direktur Deradikalisasi BNPT tersebut.

Ketiga, menjaga toleransi di dunia nyata. Menurutnya, toleransi tak cukup dibicarakan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. “Mulailah dari hal sederhana, seperti menghargai teman berbeda keyakinan atau menghentikan perundungan karena perbedaan,” pesannya.

Zona Nol Intoleransi

Adsense

Prof. Irfan menilai, derasnya arus informasi digital membawa tantangan kebangsaan yang makin kompleks. Narasi kebencian dan ujaran permusuhan mudah menyebar dan mengikis semangat persatuan. Karena itu, sekolah punya peran vital memperkuat moderasi beragama dan semangat kebangsaan.

“Dialog seperti ini harus melahirkan komitmen nyata di sekolah masing-masing. Jadikan sekolah kalian sebagai zona nol dari intoleransi, radikalisme, dan kekerasan,” tegasnya.

Baca juga : Ara: Jawa Barat Jadi Role Model Program Perumahan Nasional

Ia juga menekankan pentingnya pembekalan bagi tenaga pendidik. “Kalau guru terpapar paham radikal, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi generasi muda. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan bagi pendidik juga sama pentingnya,” pungkasnya.

Penjaga Keutuhan Bangsa

Sementara itu, Yanuar Arif Wibowo, anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKS, dalam keynote speech-nya menegaskan pentingnya ruang dialog antara guru dan siswa untuk memperkuat daya tahan generasi muda terhadap pengaruh negatif. Menurutnya, ide menggelar dialog kebangsaan ini muncul setelah melihat sejumlah kerusuhan di berbagai daerah yang melibatkan pelajar.

“Dari hasil diskusi saya dengan Kapolresta Banyumas dan Kapolresta Cilacap, banyak pelaku kerusuhan ternyata dari kalangan siswa. Karena itu, saya berkomunikasi dengan BNPT agar kegiatan dialog damai ini bisa digelar khusus bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Yanuar menekankan, generasi muda adalah kekuatan strategis bangsa — bukan hanya karena jumlah atau usia, tapi karena mereka tumbuh sebagai digital natives yang terbiasa dengan teknologi.

Baca juga : Nakamichi Hadirkan Inovasi Terbaru di Dunia Car Audio Indonesia

“Anak muda kita kreatif, inovatif, dan cepat beradaptasi. Tapi kemampuan itu harus diimbangi dengan kebijaksanaan agar teknologi tidak berubah jadi bumerang,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense