RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Relawan Joko Widodo untuk Pemenangan Prabowo–Gibran, Ir. H.M. Darmizal M.S., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan kelanjutan dari jejak keberanian para pendahulu dalam membangun harga diri bangsa, sebagaimana ditunjukkan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Joko Widodo.
“Dari Soekarno ke Jokowi, kini diteruskan Prabowo–Gibran. Mereka mewakili tiga generasi kepemimpinan yang berani bermimpi besar dan bekerja untuk bangsa, bukan untuk diri sendiri,” kata Darmizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/11/2025).
Menurut Darmizal, keberanian membangun bangsa telah menjadi ciri khas kepemimpinan nasional sejak masa Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Ia menilai, di tengah kondisi negara yang masih lemah pascakemerdekaan, Soekarno tetap menunjukkan keberanian luar biasa dengan membangun Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal sebagai simbol kebesaran dan spiritualitas bangsa.
“Soekarno berani membangun Monas dan Istiqlal di masa yang sangat sulit. Saat keuangan negara terbatas, beliau justru memilih membangun kebanggaan nasional. Itu bukan proyek pribadi, tapi simbol karakter dan martabat bangsa Indonesia,” ujarnya.
Darmizal menambahkan, kedua bangunan monumental tersebut bukan hanya penanda fisik, tetapi juga menjadi character building pertama bagi bangsa Indonesia — mengajarkan bahwa pembangunan sejati dimulai dari keyakinan dan keberanian, bukan semata dari ketersediaan dana.
Baca juga : Warga Surabaya–Sidoarjo Dukung Adies Kadir Lanjutkan Pengabdian ke Rakyat
Darmizal melihat semangat serupa hadir kembali dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dengan gaya sederhana dan dekat dengan rakyat, kata dia, Jokowi menghadapi beragam tantangan besar mulai dari pandemi COVID-19, ketidakpastian ekonomi global, hingga dinamika politik nasional, namun tetap fokus melanjutkan pembangunan.
“Presiden Jokowi menunjukkan keberanian luar biasa melalui dua proyek besar, yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kereta Cepat Whoosh,” ujarnya.
Menurut Darmizal, IKN bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan, melainkan simbol transformasi peradaban menuju pemerataan pembangunan yang Indonesia-sentris. Sementara itu, Kereta Cepat Whoosh menjadi bukti kemajuan teknologi dan keberanian Indonesia sejajar dengan negara maju di Asia.
“Jokowi melanjutkan semangat Soekarno dalam konteks era modern. Jika Soekarno membangun simbol kebanggaan nasional, Jokowi membangun simbol kemajuan nasional,” kata Darmizal menegaskan.
Lebih lanjut, Darmizal menilai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini membawa semangat keberanian yang sama. Menurut dia, pasangan pemimpin tersebut hadir dengan visi besar melanjutkan dan menyempurnakan fondasi pembangunan yang telah dirintis oleh Jokowi.
Baca juga : Aktivis Pemuda: Setahun Prabowo-Gibran Banyak Capaian Positif
“Prabowo–Gibran mewarisi semangat kemandirian bangsa seperti cita-cita Soekarno, sekaligus melanjutkan visi pembangunan berkelanjutan Jokowi,” katanya.
Darmizal menjelaskan, pemerintahan Prabowo–Gibran akan berfokus pada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan menekankan tiga hal utama, yakni kedaulatan pangan, energi, dan pertahanan; pembangunan industri dalam negeri; serta penguatan karakter bangsa melalui pendidikan dan nasionalisme.
“Ini adalah era penyempurna. Dari Monas ke IKN, dari Istiqlal ke Whoosh — semuanya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol keberanian bangsa untuk terus melangkah maju,” ucapnya.
Darmizal melihat adanya garis sejarah yang menghubungkan tiga pemimpin besar Indonesia tersebut: Soekarno, Joko Widodo, dan kini Prabowo Subianto. Meski berbeda zaman, ketiganya dinilai memiliki jiwa patriotisme yang sama — berani mengambil keputusan besar demi kepentingan bangsa.
“Mereka adalah tiga generasi pemimpin yang tidak takut menghadapi kritik, tekanan, atau tantangan global. Mereka sama-sama berani melangkah dengan visi jauh ke depan,” katanya.
Baca juga : Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Melesat
Ia menambahkan, keberanian seperti itu adalah fondasi yang membangun peradaban.
“Sejarah hanya mencatat dua jenis pemimpin: yang berani dan yang ragu. Yang berani membangun, dikenang sepanjang masa. Yang ragu, hilang ditelan zaman,” tutur Darmizal mengutip pesannya.
Darmizal menegaskan, setiap tonggak pembangunan besar yang dilakukan dari era Soekarno hingga Jokowi merupakan perwujudan keberanian nasional.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dijaga oleh pemerintahan Prabowo–Gibran agar Indonesia semakin mandiri, berdaulat, dan berdaya saing tinggi.
“Bangsa yang besar tidak dibangun dari rasa takut, tetapi dari keberanian untuk bermimpi dan bekerja keras mewujudkannya. Api keberanian itu harus tetap menyala untuk menerangi masa depan Indonesia,” kata Darmizal menutup keterangannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.