RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur menegaskan bahwa generasi muda merupakan tulang punggung diplomasi publik Indonesia di masa depan. Menurutnya, diplomasi publik atau people-to-people diplomacy bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi generasi muda untuk memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia dengan dunia internasional.
“Generasi muda Indonesia harus aktif membangun jaringan internasional, baik melalui kampus, lembaga, organisasi pemuda, maupun secara individu,” kata Al Busyra saat berbicara pada Jogya International Model United Nations (Join MUN) 2025, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Jumat malam (31/10/2025).
Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu itu, diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Join MUN 2025 dibuka secara resmi oleh Dubes Al Busyra Basnur, Direktur Pasifik dan Oseania Kementerian Luar Negeri Adi Dzulfuat, serta Dr. Abdul Gaffar Karim dari FISIP UGM.
Baca juga : Gelar Rakernas Di Ancol, Partai Perindo Usung Energi Baru Indonesia
Dalam sambutannya, Al Busyra menjelaskan bahwa diplomasi publik merupakan upaya membangun hubungan dan kerja sama antarbangsa melalui peran aktif masyarakat dan pemerintah. Bentuknya dapat berupa pertukaran budaya, pendidikan, media, hingga seni yang bertujuan membentuk citra positif Indonesia di mata dunia.
“Peran pemuda sangat menentukan arah hubungan Indonesia dengan dunia. Masa depan diplomasi kita ada di tangan generasi muda,” ujar Al Busyra.
Sementara itu, Adi Dzulfuat dalam paparannya menekankan pentingnya mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia dengan negara-negara lain, terutama di kawasan Pasifik yang terdiri atas banyak negara dan memiliki potensi besar untuk kerja sama.
Baca juga : Program MBG Jadi Investasi Gizi Menuju Indonesia Emas 2045
Kegiatan Join MUN 2025 juga diawali dengan pidato melalui video oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam pesannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa forum semacam ini penting bagi generasi muda dunia untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan di bidang kerja sama internasional.
Selain menghadiri forum tersebut, pada hari yang sama Dubes Al Busyra juga melakukan pertemuan dengan Wakil Rektor UGM Prof. Dr. Wening Udasmoro dan jajaran pimpinan universitas. Dalam pertemuan itu, Al Busyra memaparkan perkembangan kerja sama pendidikan Indonesia dengan negara-negara Afrika, khususnya Ethiopia, tempat ia bertugas sebagai Duta Besar RI periode Maret 2019–Februari 2025.
Melalui berbagai kegiatan ini, Al Busyra berharap generasi muda Indonesia dapat memperluas wawasan global dan berkontribusi aktif dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional melalui diplomasi publik yang kreatif dan inklusif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.