RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sriwijaya, Muhammad Tito Karnavian menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan pergeseran besar dalam arah pembangunan ekonomi nasional. Jika sebelumnya Indonesia lebih berorientasi pada sistem ekonomi liberal-kapitalis, kini kebijakan pemerintah mulai beralih ke arah sistem ekonomi kerakyatan yang berpihak pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
“Pergeseran ini terlihat dari berbagai program pemerintah yang berpihak pada masyarakat ekonomi lemah dan berlandaskan semangat keadilan sosial,” kata Tito, dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Menurut Tito, arah baru ekonomi kerakyatan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ia menilai, kebijakan ekonomi era Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk mengoreksi ketimpangan sosial yang selama ini timbul akibat sistem ekonomi yang terlalu liberal.
Baca juga : Prabowo Cerita Masa Muda Pengguna Setia Kereta Api
“Sebelumnya, sistem ekonomi cenderung membuat yang kaya makin kaya, sementara yang lemah sulit naik kelas. Kini, melalui kebijakan sosial kerakyatan, kesejahteraan diarahkan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Tito.
Menteri Dalam Negeri itu mencontohkan sejumlah program pemerintah yang mencerminkan pergeseran haluan ekonomi tersebut, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, revitalisasi sekolah, pembangunan perumahan rakyat, hingga pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Seluruhnya adalah bentuk konkret dari upaya membangun ekonomi yang berkeadilan sosial,” tegas mantan Kapolri itu.
Baca juga : Muhaimin Dorong Ekonomi Digital Berbasis Keadilan
Tito menambahkan, transformasi ekonomi nasional tidak hanya menyangkut pemerataan kekayaan, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM). Ia menekankan bahwa Indonesia tidak akan mampu menjadi negara maju hanya dengan mengandalkan kekayaan alam, melainkan harus bertumpu pada SDM unggul dan berdaya saing.
“Negara maju selalu bertumpu pada SDM unggul. Karena itu, perguruan tinggi harus berperan sebagai think tank yang melahirkan generasi produktif, inovatif, dan berintegritas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Tito mengutip data World Bank dan McKinsey yang memproyeksikan Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi nomor empat dunia pada 2045, di bawah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Potensi tersebut, kata dia, hanya bisa diwujudkan bila arah ekonomi nasional dijalankan dengan prinsip kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Baca juga : Arsjad Rasjid: Ekonomi Tak Akan Bertahan Bila Kemanusiaan Ditinggalkan
“Dengan sistem ekonomi berkeadilan sosial dan ditopang SDM unggul, saya yakin Indonesia akan keluar dari jebakan pendapatan menengah dan benar-benar menjadi negara maju pada 2045,” pungkas Tito.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.