Dark/Light Mode

JEF 2025 Hadirkan 80 UMKM dan Aksi Kolaboratif Menuju Jakarta Berdaya Saing

Senin, 20 Oktober 2025 21:20 WIB
Konferensi pers Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 kembali digelar dengan mengusung tema Simfoni Ekonomi Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya. (Foto: Zahra/RM)
Konferensi pers Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 kembali digelar dengan mengusung tema Simfoni Ekonomi Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 kembali digelar dengan mengusung tema 'Simfoni Ekonomi Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya'. Acara ini menjadi wadah kolaborasi strategis lintas sektor, sekaligus menggaungkan semangat #JagaJakarta sebagai gerakan bersama menjaga harmoni pembangunan kota.

JEF 2025 merupakan forum ekonomi tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media dalam semangat kolaborasi pentahelix.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan, JEF 2025 bertujuan menggaungkan optimisme menuju Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, tangguh, dan berdaya saing.

Forum ini terdiri dari dua rangkaian utama:

1. Seminar dan Kompetisi Karya Tulis
Diselenggarakan pada 22 Oktober 2025 di Hotel Kempinski Jakarta.
2. Acara Puncak Terbuka untuk Umum
Berlangsung selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK) mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

“Dengan pangsa Jakarta sebesar 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan pertumbuhan ekonomi positif 5,18 persen (yoy), Jakarta terus menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional," ujar Iwan di Balai Kota Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca juga : Revitalisasi Pasar Taman Puring Masih Menunggu Kesepakatan Pedagang

"Secara struktural, penopang perekonomian Jakarta semakin bergeser ke sektor-sektor jasa, terutama pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya," tambahnya. 

Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa tahun ini adalah penyelenggaraan ketiga JEF, yang menandai evolusi pemikiran dan aksi nyata pembangunan kota.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya forum ini lebih berfokus pada aspek akademis, maka JEF 2025 dikembangkan menjadi wadah aksi nyata dengan kolaborasi lintas sektor.

Iwan menjelaskan bahwa JEF 2025 akan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari JEF Dialogue, Lomba Karya Tulis, Policy Discussion, hingga Gelar Karya UMKM, Showcase Komunitas, dan Band Competition.

“Semangat #JagaJakarta menjadi pesan dan aksi nyata kolaborasi solid antara Pemprov DKI Jakarta bersama BI, OJK, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, perbankan, dan media,” jelasnya.

Momentum JEF 2025 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, menurut Iwan, diharapkan bisa menjadi panggilan aksi bagi generasi muda.

Baca juga : Uniqlo Hadirkan Koleksi Flannel, Pakaian Lintas Generasi

“Melalui #JagaJakarta, forum ini bukan sekadar perayaan ide dan kreativitas, tetapi juga collaborative action untuk memperkuat stabilitas dan menyalakan optimisme bahwa Jakarta mampu menjadi kota global yang menyejahterakan seluruh warganya,” imbuhnya.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan JEF 2025.

“Jakarta berkontribusi 16,61 persen terhadap PDB nasional, ini capaian yang luar biasa. Karena itu penting bagi kami untuk menyukseskan Jakarta Economic Forum ini bersama-sama,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meramaikan booth UMKM.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan terakhir mencapai 5,18 persen, di atas rata-rata nasional. Ini didukung oleh berbagai proyek infrastruktur yang juga membuka lapangan kerja melalui program padat karya,” tambah Suharini.

Meskipun Jakarta menghadapi tantangan fiskal dengan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) pada 2026, Pemprov DKI tetap optimistis.

Baca juga : BCA Syariah Hadirkan Mitra UMKM di Festival Kebudayaan Balimester

“Pesan Pak Gubernur jelas, meski alokasi DBH berkurang, tidak boleh ada keluhan. Hak ASN tetap terpenuhi, termasuk Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Sebagai imbalannya, kita harus bekerja lebih baik dengan strategi inovatif dan creative financing,” katanya.

JEF 2025 juga menyajikan kegiatan yang interaktif dan terbuka untuk semua kalangan, seperti:

* Kumpul Komunitas
* Band Competition
* Gelar Karya UMKM

Sekitar 80 booth UMKM akan meramaikan acara dengan menampilkan produk unggulan di bidang kuliner, fesyen, kriya, serta layanan edukasi dan komunitas.

JEF 2025 menjadi simbol nyata dari sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.