RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperluas akses pembiayaan perumahan dan usaha yang aman, terjangkau, dan berpihak pada rakyat. Langkah ini bagian dari upaya melawan praktik rentenir di daerah.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, banyak masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah namun sering terjebak pinjaman berbunga tinggi.
Baca juga : Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
"Masih banyak masyarakat kita yang terjerat pinjol dan rentenir," kata Ara, sapaan akrab Maruarar saat Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Pembiayaan Mikro Perumahan Melawan Rentenir di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Sabtu (8/11) malam.
Menurutnya, melalui program KPP dan FLPP, pemerintah hadir menyediakan pembiayaan perumahan yang legal, aman, dan berbunga rendah.
Baca juga : Taklimat Partai Gerindra, Prabowo: Kekuasaan Harus Dipakai untuk Kebaikan Rakyat
"Kami punya program yang lebih mudah, cepat, dan murah, agar rakyat tak lagi bergantung pada rentenir," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Ara juga menyerahkan bantuan tunai Rp10 juta untuk masing-masing 10 pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.