RM.id Rakyat Merdeka - Aparatur pemerintah kini dituntut tak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui strategi komunikasi yang terencana, adaptif, dan berbasis data.
Menyadari pentingnya hal itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui Direktorat Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, menyelenggarakan Workshop Penyusunan Strategi Komunikasi Publik di Aston Emidary Bangka Hotel and Conference Center, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (11/11).
Kegiatan ini diikuti aparatur humas pemerintah dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta praktisi kehumasan perguruan tinggi negeri. Melalui forum ini, para peserta dibekali pemahaman dan praktik perencanaan komunikasi publik yang efektif dan terukur untuk mendukung kinerja pemerintah yang transparan dan responsif terhadap masyarakat.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Yunan Helmi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai, peningkatan kompetensi aparatur di bidang komunikasi publik merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang terbuka dan partisipatif.
Baca juga : Kemenkop Dorong Kopdes Merah Putih Tingkatkan Komoditi Unggulan Di Aceh
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital atas perhatian dan dukungan terhadap peningkatan kapasitas aparatur di daerah, khususnya dalam pengelolaan komunikasi publik yang efektif, adaptif, dan terpercaya,” ujar Yunan Helmi.
Sementara itu, Ketua Tim Perencanaan Komunikasi Strategis Pemerintah, Ignatius Untung, yang mewakili Komdigi, menekankan bahwa tantangan komunikasi publik pemerintah kini semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital.
“Masyarakat kita hidup dalam era informasi yang terbuka, cepat, dan serba terkoneksi. Pemerintah dituntut tidak hanya berbicara kepada publik, tetapi juga mendengarkan dan berinteraksi secara efektif, transparan, dan berbasis data,” kata Ignatius.
Ia menambahkan, workshop ini menjadi wadah bagi aparatur untuk mengasah kemampuan menganalisis situasi komunikasi, mengenali karakteristik publik, serta merumuskan pesan strategis yang membangun kepercayaan. Aparatur juga diharapkan memahami cara mengoptimalkan berbagai kanal komunikasi serta merancang sistem monitoring dan evaluasi agar kegiatan komunikasi publik berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca juga : DPD Dorong Diplomasi Perdamaian Dunia Berbasis Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Dalam sesi diskusi, Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., selaku praktisi dan akademisi kehumasan, memaparkan materi bertajuk Model-Model Perencanaan Komunikasi: Pengantar Sosialisasi Pedoman Strategi Komunikasi Publik. Ia menegaskan bahwa perencanaan komunikasi merupakan elemen mendasar bagi efektivitas komunikasi publik.
“Tidak mungkin membuat strategi komunikasi tanpa terlebih dahulu memetakan isu yang dikomunikasikan. Perencanaan komunikasi berfungsi untuk memotret situasi, menentukan arah strategi dan aksi, serta melakukan prediksi terhadap risiko dan peluang,” jelas Hifni.
Dalam paparannya, Hifni juga memperkenalkan model PESO (Paid, Earned, Shared, Owned) dan kerangka AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai pendekatan modern untuk mengintegrasikan komunikasi lintas kanal di era digital. Melalui pendekatan ini, komunikasi pemerintah diharapkan menjadi lebih strategis, terukur, dan relevan dalam menjangkau publik.
Pada sesi lanjutan, Ignatius Untung juga memaparkan Panduan Penyusunan Strategi Komunikasi Publik, mencakup langkah-langkah riset komunikasi seperti analisis situasi, pemetaan pemangku kepentingan, dan perumusan masalah komunikasi. Ia menjelaskan penerapan prinsip SMARTER (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Evaluated, Reviewed) dalam menetapkan tujuan komunikasi yang terukur.
Baca juga : Bamsoet Dorong Pemerintah Segera Sahkan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Melalui simulasi dan latihan kelompok, peserta menyusun rancangan strategi komunikasi publik yang dapat diterapkan di instansi masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata Komdigi untuk memperkuat ekosistem komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan terpercaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.