BREAKING NEWS
 

Warning Penculikan Anak, Mendikdasmen Minta Sekolah Punya Data Penjemput Siswa

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Kamis, 13 November 2025 20:58 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti (kiri). Foto: Teddy O Kroen/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeluarkan peringatan (warning) keras menyusul maraknya kasus penculikan anak. Ia secara khusus meminta agar sekolah memiliki data lengkap penjemput siswa, terutama di tingkat TK dan SD awal, untuk mencegah insiden di lingkungan pendidikan.

Imbauan ini disampaikan Mendikdasmen Mu'ti usai membuka Rapat Koordinasi Kepala Daerah Revitalisasi Satuan Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/11) sore.

Mu'ti meminta seluruh pihak, baik keluarga maupun sekolah, untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengasuhan anak. Ia menyoroti kerawanan khusus di level pendidikan usia dini.

“Terutama di tingkat pendidikan anak-anak SD awal dan TK, itu kan banyak yang diantar jemput," kata Mendikdasmen Mu'ti. 

Baca juga : Mendikdasmen Hadir Berikan Bantuan Bagi Sekolah di Tual dan Maluku Tenggara

"Nah, saya kira sekolah memang perlu menyiapkan satu aturan untuk memastikan bahwa yang mengantar dan menjemput itu adalah benar-benar dari keluarga anak-anak yang belajar di situ," tegasnya.

Ia menyoroti fakta bahwa penjemput siswa seringkali adalah orang yang tidak dikenal oleh pihak sekolah. "Karena seringkali yang menjemput itu tidak dikenal," lanjutnya.

Adsense

Oleh karena itu, ia menyarankan sekolah harus memiliki data lengkap mengenai siapa pengantar dan penjemput masing-masing murid guna mencegah terjadinya penculikan.

Selain kepada sekolah, Mu'ti juga mengimbau masyarakat di level Rukun Tetangga (RT) untuk mengembangkan sistem pengawasan lingkungan. Ia meminta warga ikut menjaga anak-anak yang bermain di ruang publik, khususnya mereka yang bermain tanpa pendamping, seperti asisten rumah tangga (ART).

Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo, Kemendikdasmen Pacu Pemerataan Pendidikan Digital

Menurutnya, setiap RT dapat memperkuat budaya kewargaan atau neighborhood. "Kita perkuat budaya kewargaan, dimana semua kita saling menjaga. Walaupun bukan anak kita sendiri, tapi mereka semua adalah tetangga kita, keluarga kita yang harus kita jaga bersama-sama,” imbuhnya.

Peringatan keras ini mencuat setelah kasus penculikan bocah perempuan berusia 4 tahun, Bilqis, di Makassar, Sulawesi Selatan. Bilqis diculik di Taman Pakui Kota Makassar pada Minggu (2/11) lalu.

Jajaran Polrestabes Makassar akhirnya berhasil menemukan dan membawa pulang Bilqis. Upaya penyelamatan berlangsung dramatis karena tim harus keluar dari wilayah Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

"Anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam," kata Kapolrestabes Makassar Arya Perdana, Minggu (9/11).

Baca juga : Sinergi bank bjb dan Kemendikdasmen Kuatkan Pendidikan Karakter Anak Indonesia

Terkait kasus ini, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pemkot Makassar, Ita Isdiana Anwar, juga mengingatkan orang tua agar senantiasa menjaga anak-anaknya.

"Kami mengimbau orang tua agar lebih menjaga lagi anak-anaknya. Karena, jika tidak menjaga dengan baik anaknya, kasus seperti inilah yang terjadi,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense