RM.id Rakyat Merdeka - Praktisi Komunikasi Kebijakan Publik Irsyad Al Ghifari menegaskan bahwa prioritas utama bangsa saat ini adalah membantu para korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia meminta masyarakat untuk tidak teralihkan oleh framing jahat serta disinformasi yang berseliweran di media sosial, terutama yang menyerang Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Baca juga : Para Sultan dan Tokoh Bangsa Deklarasikan Forum Keberagaman Nusantara
Irsyad menyoroti keberadaan akun Instagram @balqishumaira77, yang menyebarkan narasi menyesatkan dengan mem-framing seolah-olah Zulkifli Hasan menjadi penyebab terjadinya banjir di Sumatera. Lebih jauh, akun tersebut menggunakan foto perempuan berbasis AI yang dikemas seolah-olah sebagai figur nyata untuk memperkuat narasi emosional.
“Ini bentuk disinformasi yang sangat mengerikan. Hari ini sebuah foto AI dan teks dramatis bisa diperlakukan sebagai kebenaran. Masyarakat perlu jauh lebih waspada,” ujarnya.
Baca juga : Said Iqbal: Bahas UMP Sebagai Ruang Dialog Sosial
Ia menegaskan bahwa di tengah situasi darurat seperti sekarang, masyarakat harus mengedepankan empati, solidaritas, dan fokus pada penyelamatan korban.
Berdasarkan data resmi BNPB per 28 November 2025, banjir dan longsor di Sumatera telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Di Sumatera Utara tercatat 116 orang meninggal dunia, disertai puluhan warga yang masih hilang. Di Aceh, sejumlah korban jiwa dan ribuan pengungsi terus bertambah akibat meluasnya dampak bencana.
Baca juga : Kapal Dihadang Ledakan, Relawan Pantang Mundur
“Para korban membutuhkan bantuan segera, bukan kegaduhan akibat hoaks. Jangan biarkan ruang digital kita dirusak manipulasi dan fitnah. Mari fokus pada kemanusiaan,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.