Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Irsyad: Sumatera Butuh Bantuan, Akun AI Balqis Stop Sebarkan Framing Jahat
Jumat, 28 November 2025 21:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Praktisi Komunikasi Kebijakan Publik Irsyad Al Ghifari menegaskan bahwa prioritas utama bangsa saat ini adalah membantu para korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia meminta masyarakat untuk tidak teralihkan oleh framing jahat serta disinformasi yang berseliweran di media sosial, terutama yang menyerang Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Baca juga : Para Sultan dan Tokoh Bangsa Deklarasikan Forum Keberagaman Nusantara
Irsyad menyoroti keberadaan akun Instagram @balqishumaira77, yang menyebarkan narasi menyesatkan dengan mem-framing seolah-olah Zulkifli Hasan menjadi penyebab terjadinya banjir di Sumatera. Lebih jauh, akun tersebut menggunakan foto perempuan berbasis AI yang dikemas seolah-olah sebagai figur nyata untuk memperkuat narasi emosional.
“Ini bentuk disinformasi yang sangat mengerikan. Hari ini sebuah foto AI dan teks dramatis bisa diperlakukan sebagai kebenaran. Masyarakat perlu jauh lebih waspada,” ujarnya.
Baca juga : Said Iqbal: Bahas UMP Sebagai Ruang Dialog Sosial
Ia menegaskan bahwa di tengah situasi darurat seperti sekarang, masyarakat harus mengedepankan empati, solidaritas, dan fokus pada penyelamatan korban.
Berdasarkan data resmi BNPB per 28 November 2025, banjir dan longsor di Sumatera telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Di Sumatera Utara tercatat 116 orang meninggal dunia, disertai puluhan warga yang masih hilang. Di Aceh, sejumlah korban jiwa dan ribuan pengungsi terus bertambah akibat meluasnya dampak bencana.
Baca juga : Kapal Dihadang Ledakan, Relawan Pantang Mundur
“Para korban membutuhkan bantuan segera, bukan kegaduhan akibat hoaks. Jangan biarkan ruang digital kita dirusak manipulasi dan fitnah. Mari fokus pada kemanusiaan,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya