BREAKING NEWS
 

Antisipasi Terorisme Jelang Nataru

BNPT Sebar Antidrone Di Sejumlah Objek Vital

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 2 Desember 2025 06:40 WIB
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono. (Foto: Instagram/eddyhartono90)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengantisipasi potensi serangan terorisme menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan BNPT adalah menempatkan perangkat antidrone di sekitar objek vital strategis. Tujuannya, kata dia, untuk mencegah ancaman serangan berbasis drone. 

“Ancaman ke depan ini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi, sehingga perlu diantisipasi khususnya terkait penggunaan drone,” kata Eddy dalam acara penyerahan Sertifikat Penerapan Pedoman Perlindungan Sarana dan Prasarana Objek Vital Strategis dalam Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, di Jakarta, Senin (1/12/2025). 

Eddy menjelaskan, penempatan antidrone di objek vital strategis, merupakan upaya mitigasi guna mengurangi risiko serangan terorisme dengan pesawat nirawak. 

Baca juga : Presiden Prabowo Apresiasi BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI

Objek vital strategis atau Objek Vital Nasional (obvitnas) merupakan kawasan, lokasi, bangunan, instalasi, dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara, dan/atau sumber pendapatan nasional yang bersifat strategis. 

“Pengamanan terhadap objek vital sangat penting karena ketika disusupi teroris, dampaknya bisa fatal bagi pertahanan maupun perekonomian negara,” ujarnya. 

Adsense

Ancaman terhadap obvitnas, kata Eddy, bahkan dapat menimbulkan bencana kemanusiaan dan menghambat pembangunan nasional. “Kami berharap perayaan Natal dan Tahun Baru nanti berjalan baik. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan mitigasi,” ujarnya. 

Eddy juga mengajak seluruh pihak untuk berdoa agar perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman tanpa insiden. BNPT, katanya, akan terus melakukan pemantauan melalui satuan tugas (satgas) intelijen yang berkolaborasi dengan lembaga lainnya. 

Baca juga : BUMN Gercep Bantu Korban Bencana Alam

“Yaitu, kolaborasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri,” ujarnya. 

Kolaborasi tersebut, kata Eddy, dilakukan untuk mengawasi perkembangan jaringan terorisme di lapangan. Upaya mitigasi terhadap objek vital strategis ini juga, kata dia, sejalan dengan Peraturan BNPT nomor 3 tahun 2020. BNPT, kata dia, mengajak para pengelola objek vital dan fasilitas publik untuk bersama-sama memenuhi standar perlindungan. 

“Kalau terjadi sesuatu, kami dapat meminimalkan risiko serangan terorisme. Tujuannya agar orang yang berniat melakukan aksi teror dapat dicegah sejak awal,” tambah Eddy. 

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menyampaikan, sebanyak 244 acara disiapkan untuk menghibur dan menyambut wisatawan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Acara yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ni Luh di Jakarta, Rabu (26/11/2025). 

Baca juga : Dagang Apa Aja Laku, Pengangguran Tinggi

Dia menjelaskan, rangkaian acara tersebut meliputi musik, pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), hingga berbagai festival berskala internasional maupun lokal. Dari seluruh acara tersebut, ada empat agenda besar yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Salah satunya adalah festival musik Electronic Dance Music (EDM) Djakarta Warehouse Project (DWP), yang pada 2025 akan diselenggarakan di Bali. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense