Dark/Light Mode

Pratikno Pimpin Penanganan Bencana: Perintah Presiden, Kerahkan Semua Kekuatan Nasional

Senin, 1 Desember 2025 08:21 WIB
Menko PMK Pratikno (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatera Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). (Foto: Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Pratikno (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatera Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). (Foto: Humas Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan semua kekuatan nasional dalam menangani banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025).

Pratikno terbang langsung ke Tapanuli Utara untuk memimpin penanganan banjir dan longsor. Dia lalu menggelar rapat di sebuah ruangan di bandara yang diberi nama Pos Pendukung Nasional Bencana Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Sumatera Utara.

Dalam rapat ini, Pratikno didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Para peserta rapatnya adalah personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, hingga satuan tugas provinsi. Di hadapan peserta rapat dipasang layar monitor yang yang menampilkan kondisi bencana di Sumut.

Dalam pengantarnya, Pratikno menegaskan, Pemerintah gerak cepat memperkuat penanganan tanggap darurat di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor. 

Baca juga : Status Bencana Nasional Banyak Syaratnya

"Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus pada penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya. Mengerahkan evakuasi, logistik, perlindungan pengungsi, tenaga kesehatan, pemulihan infrastruktur, transportasi, dan komunikasi, serta mengawal langsung di lapangan," paparnya.

Menurut mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, selain di Sumut, Pemerintah juga memperkuat penanganan darurat di Aceh dan Sumatera Barat. Bantuan dari berbagai pihak, mulai dari BNPB, TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BUMN, hingga DPR, terus bergerak ke lokasi terdampak.

"Logistik terus mengalir, baik dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Distribusi akan semakin intensif di berbagai titik. Seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan memulihkan kondisi secepatnya," terang Pratikno.

Selain fokus pada penanganan darurat, Pemerintah juga menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Termasuk penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.

Baca juga : Anggaran BNPB Di Saat Banyak Bencana, 2025: 2 Triliun, 2026: 491 Miliar

"Saya sudah berdiskusi dengan Menko Infrastruktur tentang percepatan pemulihan dan hunian sementara. Ini menjadi prioritas penting," terang mantan Menteri Sekretaris Negara ini.

Pratikno menyampaikan apresiasi kepada aparat dan seluruh relawan yang bekerja tanpa henti di lapangan. "Terima kasih kepada personel TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan semua pihak yang telah bekerja keras. Pemerintah akan terus memastikan sinergi dan dukungan penuh dalam percepatan penanganan darurat," tandasnya.

Pengiriman Bantuan

BNPB telah mengirimkan 27 ton bantuan logistik dan peralatan evakuasi melalui jalur laut. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu, Banda Aceh, menggunakan kapal Express Bahari pada untuk menjangkau lima kabupaten terdampak. Yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Sejumlah wilayah tersebut masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur dan akses darat yang terputus.

Untuk mempercepat penanganan darurat, KRI dr. Soeharso-990 (SHS) milik TNI Angkatan Laut juga diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Kapal berangkat pukul 10.45 WIB dengan dilepas oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Dua kapal perang lainnya, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Semarang-594, juga dikerahkan membawa logistik dan tenaga medis profesional ke Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa.

Baca juga : Trubus Rahardiansyah: Jakarta Menjadi Kota Global Semakin Berat

Di waktu yang sama, Polri mengirimkan 4.459 kilogram bantuan logistik ke Sumut. Bantuan kloter kedua dari Korps Bhayangkara ini untuk memperkuat operasi tanggap darurat. Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Erdi A. Chaniago menegaskan, konsistensi dukungan logistik sangat vital bagi percepatan penanganan di titik-titik kritis.

Dari sektor pangan, Holding BUMN Pangan, ID FOOD, menyalurkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat warga terdampak. Paket bantuan mencakup beras, telur, gula, minyak goreng, dan mie instan. SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono menyatakan, dukungan logistik ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

DPR tak ketinggalan. Para politisi Senayan menyalurkan bantuan logistik melalui kargo pesawat menuju Aceh, Tapanuli Tengah, Padang, dan wilayah terdampak lainnya. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, bantuan dikirim bertahap selama beberapa hari ke depan. Tujuannya agar menjangkau masyarakat paling terdampak bencana.

Untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka akses jalan utama di pesisir barat Sumatera yang tertimbun longsor. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, upaya ini krusial untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.