Sebelumnya
“Gentleman, dua menterinya mengundurkan diri karena merasa tidak mampu mengatasi itu. Jadi bukan sesuatu yang salah juga kalau menteri tidak sanggup mengatasi ini, mundur juga,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati atau Titiek Soeharto juga memperlihatkan video viral truk besar yang mengangkut kayu gelondongan dari Sibolga melintas di Parapat, Sumatera Utara, Sabtu (28/11/2025).
“Terus terang saya sedih, miris, dan marah. Bayangkan, kayu sebesar itu, 1,5 meter. Berapa ratus tahun yang dibutuhkan pohon sebesar itu untuk tumbuh? Manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya bisa motong-motong kayu seperti itu?” ungkap Titiek.
Baca juga : OSO Ajak Masyarakat Bantu Pemerintah Atasi Bencana
Yang lebih menjengkelkan lagi, kata dia, truk itu melintas tanpa dosa dua hari setelah musibah banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di utara Sumatera. Seolah menghina bangsa yang sedang berduka.
“Sungguh menyakitkan. Ini sesuatu, kalau orang Jawa bilang ngece (mengejek), baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita. Ini suatu hal yang menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,” ucap Titiek.
Dia pun meminta Menhut untuk segera mencari tahu siapa di balik perusahaan kayu gelondongan itu. Dia juga menyoroti banyaknya temuan pohon yang hanyut terbawa banjir Sumatera hingga memenuhi pantai dan sungai.
Baca juga : Revisi UU Pemilu Harus Inklusif Dan Setara Gender
Agar kejadian serupa tak terulang, Titiek meminta syarat pembukaan lahan baru diperketat. Misalnya mengkaji dengan teliti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari setiap program pembukaan lahan. “Tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebang. Sudah cukup lah ini,” pesannya.
Menanggapi kritikan DPR, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan siap dievaluasi terkait kinerjanya sebagai pembantu presiden. “Saya yakin ya, namanya kekuasaan itu milik Allah. Itu hak prerogatif presiden. Jadi saya siap dievaluasi,” kata Raja Juli.
Raja Juli juga mengaku tak pernah menghapus kritik netizen yang mampir di media sosialnya sebagai bagian dari sikap keterbukaan terhadap kritik.
Baca juga : Kajian Merger BUMN Karya Dilanjutkan Tahun Depan
“Jadi monggo, tanggung jawab saya hanya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya, itu adalah hak prerogatif Pak Presiden,” papar Raja Juli. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.