BREAKING NEWS
 

Setelah Pulang Umroh Saat Banjir

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Minta Maaf Ke Presiden Prabowo

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 9 Desember 2025 12:01 WIB
Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang pergi umroh saat wilayah yang dipimpinnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor. (Foto: tangkapan layar Story IG @h.mirwan_ms_official)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS yang pergi umroh saat terjadi musibah banjir bandang dan tanah longsor di wilayahnya menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Gubernur Aceh Haji Muzakir Manaf, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia lewat story Instagram pribadinya, Selasa (9/12/2025).

Mirwan MS menegaskan komitmennya untuk bekerja dan bertanggung jawab terhadap wilayah yang dipimpinnya, memulihkan kepercayaan publik, serta mencegah kejadian serupa tak terulang. 

Berikut pernyataan lengkap Mirwan MS dalam story Instagram-nya, Selasa (9/10/2025):

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. 

Baca juga : Menteri Ara Sebut Media Sangat Penting Sukseskan Program 3 Juta Rumah Prabowo

Saya Haji Mirwan MS selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan, permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak. Terutama, kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Haji Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Dalam Negeri Haji Tito Karnavian, dan juga Bapak Gubernur Aceh Haji Muzakir Manaf, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia, masyarakat Aceh dan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan pada khususnya. 

Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional. Kami berjanji akan terus bekerja, bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir. Tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik, dan yang paling penting: memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. 

Semoga, Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Demikian, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Adsense

Sebelum pergi umroh bersama istri pada 2 Desember, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan bernomor 360/1315/2025 terkait penanganan tanggap darurat banjir dan longsor yang menerjang 11 kecamatan.

Baca juga : Pergi Umroh Di Tengah Bencana, Bupati Aceh Selatan Dirujak Netizen

Pada 5 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin kepada Mirwan MS untuk melaksanakan umrah pada masa tanggap darurat.

Presiden Minta Mirwan Dicopot 

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Mendagri Tito Karnavian untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan kepada Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS yang berangkat umrah saat terjadi bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya.

"Yang mau lari, lari aja. Nggak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses ini? Bisa ya?" tanya Prabowo kepada Mendagri, dalam rapat koordinasi di Posko Terpadu Penanganan Bencana di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (7/12/2025).

Prabowo menambahkan, dalam istilah militer, sikap yang dilakukan Mirwan MS merupakan bentuk desersi. Desersi adalah tindakan seorang anggota militer atau kepolisian yang meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya tanpa izin resmi atau alasan sah, dengan niat tidak kembali. Desersi dianggap sebagai pelanggaran berat yang merusak disiplin dan kesiapsiagaan, serta dapat dikenakan sanksi pidana serius. 

Baca juga : Progress Pemulihan Listrik Pasca Banjir Sumatera: Sumbar 100 Persen Nyala

"Itu kalau tentara, namanya desersi. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh, itu gak bisa itu," tegas Prabowo.

Sikap Gerindra

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menjelaskan, Mirwan MS diberhentikan dari jabatan Ketua DPC Aceh Selatan. Sugiono menyebut sikap Mirwan MS bertentangan dengan Partai Gerindra, yang mengharuskan kadernya menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.

“Saya kira, ini merupakan bentuk kepemimpinan yang buruk. Di tengah-tengah rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan, yang bersangkutan pergi meninggalkan tempatnya,” tegas Sugiono.

“Saya juga sudah memerintahkan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh untuk mencari penggantinya, sekaligus membuat surat keputusan untuk itu,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense