Dark/Light Mode

AGTI Dukung Program Ekonomi Pancasila Presiden Prabowo

Kamis, 6 November 2025 09:29 WIB
AGTI Dukung Program Ekonomi Pancasila Presiden Prabowo

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui komitmen AGTI dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil nasional berbasis nilai ekonomi Pancasila.

Ketua Umum AGTI Anne Patricia Sutanto mengatakan, untuk mewujudkan ekonomi Pancasila seperti yang diharapkan pemerintah, diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja.

Menurut dia, sinergi tersebut akan menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : GPII Ajak Pemuda Islam Kawal Kebijakan Pemerintahan Prabowo

“Kami di Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia sangat yakin kalau seluruh mitra kami yaitu pemerintah, mitra pengusaha, dan juga pekerja yang diwakili berbagai serikat pekerja bersatu di dalam ekonomi Pancasila, pastinya kita bisa meningkatkan potensi kita dua kali lipat. Tidak impossible dan sangat mungkin bahwa kita akan melebihi negara-negara yang saat ini menjadi pesaing kita. Yang penting kita bersatu,” kata Anne Patricia di Jakarta.

Dalam waktu dekat, AGTI juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pertemuan itu disambut baik oleh jajaran Kementerian Keuangan, sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat sektor garmen dan tekstil nasional.

Anne menegaskan pentingnya persatuan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing.

Baca juga : AGTI Dorong Penguatan Industri Tekstil Berbasis Ekonomi Pancasila

“Bersatunya pemerintah, pengusaha, serta serikat pekerja adalah sebuah syarat mutlak untuk mewujudkan ekonomi Pancasila,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelaku industri untuk terus mengembangkan ekosistem garmen dan tekstil nasional.

Menurutnya, industri padat karya ini memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan.

“Karena sila ketiga kita kan persatuan Indonesia, kita ingin itu. Kita menghimbau kepada semua stakeholders garmen dan tekstil, sayangilah industri padat karya ini karena ini memberi transformasi industri yang baik. Pekerja kita gak usah selalu harus S1, S2, gak ada pun kita bisa upayakan dalam industri 4.0 yang merupakan program dari Kementerian Perindustrian,” tutur Anne.

Baca juga : Inggris Dukung P Ekonomo Lewat Misi Dagang Keamanan Siber

Ia menambahkan, AGTI meyakini bahwa pembangunan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) harus berlandaskan efisiensi, daya saing, dan keadilan sosial.

Prinsip ekonomi Pancasila, menurut dia, bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru melalui kemitraan antara pengusaha, pemerintah, pekerja, dan akademisi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.