BREAKING NEWS
 

KPK-ISI Yogyakarta Perkuat Sinergi Pendidikan Antikorupsi Berbasis Seni & Budaya

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 8 Desember 2025 16:56 WIB
Foto: Humas KPK.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab, dapat tersampaikan lebih jernih dan menyentuh lewat seni, dibandingkan sekadar regulasi.

Pesan ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, saat berdialog dengan civitas akademika Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam program “Biasakan yang Benar di Kampus”, di Concert Hall ISI, DI Yogyakarta, Senin (8/12/2025).

“Seni tidak lepas dari kehidupan sehari-hari, termasuk pemberantasan korupsi. Banyak nilai kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab justru tersampaikan lebih jernih,” ungkap Tanak.

ISI Yogyakarta dikenal hidup dari beragam ekspresi seni, baik tradisional, modern, maupun kontemporer. Banyak hasil karya mahasiswa menyinggung nilai kejujuran, kritik sosial, hingga ajakan berperilaku bersih.

Baca juga : KPK Periksa 80 Saksi, Penyidikan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Dikebut

KPK menilai, lingkungan ISI Yogyakarta yang kaya akan ekspresi, berperan sebagai pintu masuk strategis, untuk memperluas edukasi integritas.

Para seniman dan content creator muda, didorong menggunakan nalar dan imajinasi mereka sebagai alat kritik sosial serta pembangunan karakter.

“Maka gunakan nalar dan imajinasi kita. Gambarkan dampak buruk korupsi dan bagaimana integritas menjaga kita dari praktik tersebut. Seperti ketika kita akan melukis, kita bisa membayangkan lebih dulu wujud karya yang ingin kita hasilkan,” papar Tanak.

Adsense

Pendekatan ini dibuktikan dengan pemutaran film-film karya sineas jebolan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2025, seperti “How To Be An Actor” dan “Tumpukan Sekitar Kota".

Baca juga : PIS Kerahkan Armada untuk Salurkan Energi dan Bantuan ke Wilayah Bencana

Salah satu sineas, Dimas Juju, berpandangan pesan integritas mampu dituangkan dalam ide cerita ringan, yang justru menyentuh seluruh kalangan, menyorot kaum rentan sebagai korban penyalahgunaan kekuasaan.

“Di film ini, kami ingin menonjolkan karakter yang tidak memiliki power, tapi menjadi korban ketika kekuasaan disalahgunakan,” terang Juju.

Wakil Rektor ISI Bidang Kemahasiswaan, Kholid Arif, menyambut baik kehadiran KPK dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 ini.

Kholid menegaskan, pendidikan antikorupsi berbasis seni dan budaya ini, sangat relevan dengan keseharian para mahasiswa.

Baca juga : BSN Ajak Santri Perkuat Literasi Ekonomi Syariah

“Kegiatan ini luar biasa penting bagi kita. Kesadaran antikorupsi penting disadari, karena berkaitan dengan mental antikorupsi,” tegas Kholid.

Selain ACFFEST, pendekatan kreatif KPK juga terlihat melalui program “Benar Benar Kompetisi” pada November 2025 lalu, yang mengajak content creator menyuarakan nilai-nilai antikorupsi lewat konten segar secara digital.

Melalui sinergi kampus dan komunitas kreatif, KPK optimis dan berharap semangat antikorupsi akan terus menyala dari pelbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadikan integritas sebagai modal budaya demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense