RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung proses pemeriksaan Istithaah (kemampuan) kesehatan calon jemaah haji di Puskesmas Nusa Indah, Kota Bengkulu.
Dalam kunjungan itu dia menegaskan, percepatan pemeriksaan merupakan faktor krusial untuk menjaga kelancaran seluruh tahapan pelunasan serta memastikan jemaah memenuhi standar kesehatan Indonesia maupun ketentuan ketat Pemerintah Arab Saudi.
Dahnil tidak menutup mata, bahwa masih ada daerah yang tertinggal dalam proses ini. Perlambatan tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada tahapan pelunasan biaya haji.
Baca juga : UHC Day 2025, Pemerintah Dan BPJS Kesehatan Komit Perkuat Layanan JKN
“Kami mendorong akselerasi percepatan, karena perlambatan pelunasan juga dipengaruhi perlambatan di Siskohatkes (Sistem Informasi Kesehatan -red) . Kami ingin memastikan seluruh sarana pemeriksaan di Indonesia berjalan dengan baik,” ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.
Dia menekankan, percepatan tidak bisa dilakukan sendirian—dibutuhkan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan. “Kami minta sinergi teman-teman Dinkes dan sarana pemeriksaannya bisa mempercepat prosesnya, supaya pelunasan jemaah bisa segera dilakukan,” tambah Dahnil.
Lebih jauh dia menegaskan, ketatnya pemeriksaan bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah bentuk kehati-hatian petugas medis demi memastikan hanya jemaah yang benar-benar sehat dan layak, yang diberangkatkan. Dahnil menyebut kebijakan Arab Saudi yang kini jauh lebih ketat.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Kesehatan di Aceh Tamiang
“Saudi bahkan mengultimatum, akan ada pemeriksaan acak saat di bandara nanti. Jika ditemukan jemaah yang tidak Istithaah, mereka bisa langsung dipulangkan,” tegas aktivis Muhammadiyah ini.
Dia juga memberi peringatan keras soal integritas petugas pemeriksa. Praktik meloloskan jemaah yang sebetulnya tidak memenuhi syarat kesehatan, harus dihentikan. “Kami berharap tidak ada lagi upaya meloloskan jemaah yang tidak Istithaah. Jangan ada jemaah yang sebenarnya tidak siap secara kesehatan, dipaksakan berangkat, karena itu akan menyulitkan mereka sendiri,” kata Dahnil.
Selain kesiapan jemaah, dia menekankan kesiapan para petugas haji yang akan bekerja di lapangan. “Petugas harus benar-benar siap bertugas ‘25 jam’ setiap hari untuk mendampingi dan melayani jemaah,” ujarnya.
Baca juga : Pasca Bencana, Prajurit TNI AL Gelar Layanan Kesehatan Di KRI dr. Soeharso-990
Di Bengkulu, pemeriksaan Istithaah bagi jemaah yang berhak melunasi dilaporkan sudah melampaui 90 persen, sementara proses pelunasan bagi yang telah dinyatakan Istithaah hampir mencapai 50 persen dari total 1.276 jemaah. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.