Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka/RM.id, 28 November 2025, menurunkan berita berjudul “Sumut–Sumbar–Aceh Dilanda Banjir Dahsyat: Puluhan Kabupaten Terdampak, 69 Orang Meninggal Dunia”.
Kita tentu amat berduka atas bencana yang melanda saudara-saudara kita di sebagian Pulau Sumatera. Berbagai penyakit dan masalah kesehatan dapat timbul dan harus segera diantisipasi sejak hari-hari awal.
Dalam hal kewaspadaan penyakit, setidaknya ada empat kelompok penyakit menular yang perlu diwaspadai. Pertama, penyakit yang ditularkan melalui air (water-borne disease).
Kedua, penyakit yang ditularkan lewat makanan (food-borne disease).
Ketiga, penyakit paru dan gangguan pernapasan.
Keempat, penyakit yang menular melalui kontak langsung antarmanusia.
Baca juga : Lima Anak Meninggal Di Riau Karena Influenza
Selain penyakit menular, perlu diperhatikan pula kemungkinan perburukan penyakit tidak menular (PTM) yang sudah lama diidap. Pola makan yang tidak teratur akibat situasi bencana, misalnya, dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memperburuk diabetes mellitus, dan sebagainya. Penyakit paru kronik juga dapat memburuk, misalnya eksaserbasi akut dari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Patut dicatat bahwa yang biasanya kita sebut kelompok rentan adalah lansia, anak-anak, serta mereka yang memiliki komorbid atau gangguan imunitas. Namun dalam keadaan bencana, masyarakat umum yang rumah atau desanya terkena dampak juga dapat menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.
Secara umum, ada enam langkah kesehatan yang harus dilakukan saat terjadi bencana seperti yang kini menimpa saudara-saudara kita di sebagian Pulau Sumatera.
Pertama, melakukan penilaian cepat mengenai kebutuhan mendesak (rapid needs assessment).
Kedua, melakukan pencegahan dampak kesehatan lanjutan melalui kegiatan promotif–preventif langsung di lapangan.
Ketiga, mengevaluasi sumber daya yang tersedia dan membandingkannya dengan kebutuhan. Dalam hal ini, pengaturan pelayanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier di sekitar daerah bencana sebaiknya menjadi prioritas utama.
Baca juga : 5 Tantangan Penyakit Menular Haji/Umrah 2026
Keempat, segera menerapkan strategi pengendalian penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit kronik tidak menular.
Kelima, melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas strategi yang dijalankan.
Keenam, untuk jangka panjang, memperbaiki contingency planning sebagai antisipasi kemungkinan bencana di masa mendatang.
Terkait bantuan mendesak, ada empat hal utama: ketersediaan air bersih, ketersediaan makanan sehat, bantuan alat kesehatan rutin harian, serta ketersediaan petugas kesehatan, obat-obatan, dan peralatan kesehatan yang memadai.
Pelayanan kesehatan dalam situasi bencana dapat dibagi menjadi dua tahap besar. Pertama, respons segera yang mencakup tiga kegiatan: pencarian, penemuan, dan penyelamatan korban (search and rescue); pelayanan kesehatan segera dan gawat darurat; serta pencegahan menyeluruh terhadap terjadinya dan meluasnya penyakit menular.
Kedua, saat bencana mulai mereda, dilakukan tahap pemulihan yang antara lain meliputi pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak, jaminan ketersediaan makanan, minuman, dan air bersih, serta penanganan dampak mental bagi para korban.
Baca juga : 10 Tantangan Tuberkulosis Di 2025
Tidak kalah penting, diperlukan kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat yang terprogram secara rapi. Setidaknya ada tiga pesan yang perlu disampaikan kepada masyarakat.
Pertama, cara tetap selamat ketika bencana datang, termasuk bila terjadi bencana susulan.
Kedua, cara menjaga kesehatan diri dan keluarga selama bencana. Ketiga, ke mana harus meminta pertolongan kesehatan bila diperlukan.
Semoga bencana yang melanda segera mereda, dan kondisi kesehatan masyarakat dapat dijaga secara maksimal oleh pemerintah bersama masyarakat.
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit
- Mantan Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 Bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024;
- Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.