RM.id Rakyat Merdeka - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, melakukan pemasangan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir di Jembatan Keraton Kaibon, wilayah Kali Cibanten.
Pemasangan EWS ini bertujuan untuk mendeteksi ketinggian air dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mitigasi bencana, mengingat banjir besar yang terjadi pada tahun 2022 sempat menimbulkan kerusakan signifikan di kawasan tersebut. Proses pemasangan alat dilakukan selama dua hari, mulai Jumat (28/11) pukul 14.20 WIB hingga Sabtu (29/11) pukul 19.00 WIB.
“Alat yang kami pasang dirancang agar mudah dipahami oleh warga. Namun teknologi saja tidak cukup. Melalui pelatihan Edu-Siaga ini, kami ingin memastikan warga tahu apa yang harus dilakukan saat sirine EWS berbunyi, sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalkan,” ujar Febri, Wakil Ketua KKM.
Baca juga : Prabowo Sambangi Korban Banjir Langkat, Negara Kerahkan Semua Kekuatan
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Damanhuri, menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, keberadaan EWS dan pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan rasa aman warga. “Selama ini kami hanya mengandalkan insting atau tanda alam manual. Dengan adanya alat ini dan edukasi yang diberikan, kami merasa lebih siap jika banjir kembali terjadi,” ungkapnya.
Kegiatan bertajuk “Desa Tangguh, Warga Siaga” ini mengintegrasikan teknologi tepat guna dengan edukasi kebencanaan (Edu-Siaga). EWS yang dipasang merupakan hasil rakitan mahasiswa, dilengkapi sensor ketinggian air otomatis dan sirine peringatan dini.
“Sistem Edu-Siaga menekankan respon cepat. Ketika air mencapai level bahaya, sirine akan berbunyi keras. Warga kami latih agar tidak panik, tetapi segera menuju titik kumpul yang aman,” jelas Febri.
Baca juga : Toshiba Menggelar Pameran Japandi Style di Jakarta
Pemasangan EWS ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan Kelurahan Kasunyatan, PUPR, Karang Taruna, Pokdarwis Kasunyatan, serta warga yang bermukim di sekitar Kali Cibanten.
Kepala Pemuda Kampung Sukadiri, Saepudin, turut mengapresiasi inovasi tersebut. “Alat ini sangat membantu, terutama pada malam hari saat warga sedang tertidur. Edukasi yang diberikan juga membuka wawasan kami tentang pentingnya kesiapsiagaan sebelum banjir datang,” tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Tahun Anggaran 2025, hasil kolaborasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Universitas Banten Jaya (Unbaja). Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca juga : Gandeng Mahasiswa, PSI Gelar Trauma Healing Korban Banjir di Padang
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mudmainah Vitasari, M.Pd, mengapresiasi inisiatif mahasiswa bimbingannya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan lingkungan. EWS ini diharapkan menjadi warisan yang bermanfaat bagi Kelurahan Kasunyatan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan simulasi tanggap darurat yang melibatkan Karang Taruna, Pokdarwis, dan warga setempat, guna memastikan seluruh elemen masyarakat siap menghadapi potensi bencana banjir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.