RM.id Rakyat Merdeka - Wartawan Rakyat Merdeka, Muhammad Ade Al Kautsar, kembali mengunjungi Aceh Tamiang untuk melihat langsung perkembangan perbaikan wilayah tersebut sebulan pasca dilanda banjir bandang. Berikut laporannya:
Raungan suara ekskavator dan wara-wiri dump truck terdengar hingga ke tenda kami di kompleks Masjid Nurul Mukhlisin, Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Pasalnya, salah satu titik lokasi pembangunan hunian sementara (Huntara) berada di Simpang Empat Upah—atau akrab juga diucap warga setempat sebagai Simpang Opak—tak jauh dari tenda kami. Jaraknya hanya sekitar 100 meter.
Sesekali, sejumlah pekerja berjalan kaki mendatangi kompleks masjid untuk menunaikan salat. Salah satunya Henky Manurung, warga Medan, Sumatera Utara. Ia datang ditemani tiga rekan kerjanya yang masih lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD) pekerja konstruksi. Tak terlihat wajah lelah, justru senyum semringah menyapa kami saat mereka berjalan pulang dari masjid menuju lokasi kerja.
Perlu diketahui, jam kerja di lokasi pembangunan Huntara cukup padat. Para pekerja harus mengikuti sistem kerja shift hingga lembur, mulai pukul 08.00 hingga 03.00 WIB. Henky bahkan menolak ajakan untuk duduk mengobrol sejenak, sehingga saya terpaksa mewawancarainya sambil berjalan kaki menuju lokasi proyek.
Baca juga : Hasbiallah Ilyas: Langkah KPK Sudah Sesuai Prosedur Kok
Henky mengaku sudah lebih dari sepekan berada di Aceh Tamiang. Ia merupakan salah satu dari hampir seribuan pekerja yang didatangkan sejak gelombang pertama. Masa kerjanya selama 10 hari di Aceh Tamiang, sebutnya, akan segera berakhir.
“Enggak lama lagi pulang kampung, Bang. Tahun baruan kayaknya bareng ke luarga,” ucap Henky dengan senyum semringah.
Begitu pula dengan rekannya, Norma Sihombing. Warga Langkat, Sumatera Utara, ini merasa senang diberi kesempatan terlibat dalam proyek Huntara.
“Harapannya, semoga warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian bisa segera menghuni hunian sementara,” ucapnya singkat.
Baca juga : Wana Alamsyah: Penghentian Kasus Korupsi Ini Janggal
Berbeda dengan Ahmad Said. Ia baru tiba pagi kemarin bersama rekan-rekannya dari Demak, Jawa Tengah. Ahmad bersyukur bisa tiba di Aceh Tamiang tanpa hambatan berarti. “Kami lewat darat dan udara, sekitar satu hari perjalanan,” ujarnya dengan mata berbinar, seakan tak sabar ingin segera bekerja dan ikut mengebut penyelesaian Huntara yang diprakarsai Danantara ini.
Pekerja dari salah satu subkontraktor Huntara ini mengaku tidak masalah jika tahun ini harus melewatkan momen liburan tahun baru bersama keluarga. “Liburan tahun ini, kami tahun baruan di lokasi bencana saja. Insya Allah, kami akan bekerja semaksimal mungkin selama 10 hari,” lanjutnya sambil menunggu salah satu rekannya yang tengah menunaikan salat Dhuha di teras masjid.
Fikri, yang dipercaya sebagai person in charge (PIC) PT Hutama Karya di proyek ini, memperkirakan sudah sekitar 200 unit dari target 600 unit Huntara di atas lahan PTPN IV Regional VI Langsa yang selesai dikerjakan. Pembangunan dimulai sejak 22 Desember 2025. “Tinggal finishing,” ucapnya singkat.
Sisanya terus dikebut siang dan malam. Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan, di antaranya ketersediaan material hingga peralatan. “Ini kerja keroyokan. Material di lapangan masih agak sulit, kadang harus didatangkan dari Kota Langsa,” lanjutnya.
Baca juga : Sepanjang 2023-2025, BNPT Berhasil Gagalkan 27 Rencana Serangan Terorisme
Selain itu, faktor cuaca yang tengah memasuki musim penghujan juga menjadi tantangan tersendiri. “Hujan lebat sudah biasa di lapangan. Namun, menunggu lahan yang becek agar kembali layak dikerjakan cukup berat,” terangnya.
Meski demikian, seluruh kendala tersebut tak menyurutkan semangat untuk segera menuntaskan target pembangunan Huntara, meskipun harus melewatkan momen liburan tahun baru bersama keluarga.
“Yang paling penting bisa segera ditempati warga. Semoga ini juga menjadi amal ibadah untuk kita semua,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.