Dark/Light Mode

Biadab, Baut-baut Jembatan Dirusak

Mulai Ada Sabotase Di Tengah Bencana

Selasa, 30 Desember 2025 08:21 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Tim Media Presiden).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: Tim Media Presiden).

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan bencana di Aceh dan Sumatera diwarnai aksi biadab. Di tengah upaya pemerintah membuka kembali akses wilayah terdampak, baut-baut jembatan darurat justru dirusak oleh oknum tertentu. TNI AD menuding adanya sabotase di tengah bencana.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan, jembatan bailey yang dibangun TNI AD dirusak oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan cara membongkar baut-baut pengikatnya. Peristiwa tersebut terjadi saat masyarakat sangat bergantung pada infrastruktur sementara untuk mobilitas, evakuasi, dan distribusi logistik bantuan.

“Dalam kondisi kompak pun ada yang mencoba sabotase jembatan bailey kita. Dua hari lalu, baut-bautnya dibongkar. Kami juga tidak menyangka ada orang yang sebiadab ini,” kata Maruli dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurut Maruli, tindakan tersebut sangat berbahaya dan tidak dapat ditoleransi. Pembongkaran baut jembatan bukan sekadar perusakan fasilitas, tetapi ancaman langsung terhadap keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, jembatan bailey dibangun untuk menjaga akses darurat tetap terbuka. Jika konstruksinya dilemahkan, risiko kecelakaan fatal tidak bisa dihindari, terutama bagi warga dan kendaraan pengangkut bantuan.

“Terus terang kami pikir masyarakat sedang bencana, tapi baut-bautnya dibongkar. Dalam kondisi seperti ini pun masih ada kelompok yang mengorbankan masyarakat demi kepentingan tertentu,” ujarnya.

Baca juga : Stok Sembako Aman, Harganya Terkendali

Maruli mengaku peristiwa tersebut sangat mengusik pikirannya hingga membuatnya sulit tidur, karena membayangkan risiko jika sabotase itu tidak segera diketahui dan menimbulkan korban jiwa. “Saya pikir orang sebiadab ini luar biasa. Kalau kita tidak kompak, ini akan membuat pekerjaan kita semakin berat,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada aksi perusakan, dia memastikan proses pemulihan tidak akan berhenti. Pembangunan jembatan dan infrastruktur penunjang terus dikebut demi membuka kembali akses wilayah terdampak.

Prajurit TNI AD dikerahkan bekerja siang dan malam dengan sistem tiga shift agar jembatan darurat dapat segera dimanfaatkan masyarakat. “Anggota bekerja pagi, siang, dan malam. Kalau tidak seperti ini, saya kira target tidak akan tercapai,” kata Maruli.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan bailey bukan pekerjaan sederhana. Setiap titik harus melalui proses pelaporan, survei lapangan, hingga penentuan jenis jembatan yang sesuai dengan kondisi geografis dan tingkat kerusakan.

Tantangan lain juga muncul dalam distribusi material dari Jakarta ke daerah terdampak akibat rusaknya infrastruktur dan keterbatasan akses transportasi. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat prajurit di lapangan.

“Terus terang, saya salut kepada anggota saya yang bisa bekerja sedemikian rupa,” ujarnya.

Baca juga : Biaya Perawatan Tinggi, Kejagung Ajukan Lelang Dua Kapal Pesiar Terdakwa

Hingga saat ini, TNI AD telah menangani pembangunan puluhan jembatan. Dari total 44 jembatan bailey yang masuk daftar penanganan, sebanyak 12 unit telah selesai dan digunakan masyarakat, 15 lainnya masih dalam perjalanan, dan enam unit sedang dalam tahap pemasangan.

Selain jembatan bailey, TNI AD juga membangun jembatan armco dan jembatan gantung guna menjaga mobilitas warga dan distribusi logistik. “Sekarang ada permintaan jembatan gantung, minimal bisa dilewati dua motor berboncengan untuk membawa logistik,” kata Maruli.

Maruli menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari kerja terpadu TNI AD bersama BNPB dan kementerian/lembaga terkait. Ia menilai penanganan bencana kali ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pengalaman sebelumnya, berkat arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sudah puluhan kali terlibat dalam penanganan bencana. Ini yang tercepat. Presiden memimpin langsung perintahnya,” ujar Maruli.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan dan membantu menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat agar tidak muncul korban baru.

Pengibaran Bendera GAM

Baca juga : Prabowo Pelototi Pembangunan Huntara & Huntap

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut menyoroti insiden pengibaran bendera Bulan Bintang yang menyerupai simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe. Ia menilai tindakan tersebut sebagai provokasi yang berpotensi mengganggu percepatan pemulihan bencana.

“TNI dan seluruh kementerian, lembaga, serta masyarakat saat ini fokus membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam. Saya harapkan tidak ada kelompok yang memprovokasi,” kata Agus.

Agus menegaskan akan menindak tegas setiap upaya yang berpotensi mengganggu stabilitas dan proses pemulihan, terutama di Provinsi Aceh.

Agus menambahkan, dalam masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, TNI mengerahkan 37.910 personel, mayoritas dari Batalion Teritorial Pembangunan dan Batalion Zeni. Mereka terlibat dalam pembangunan jembatan darurat, pembersihan fasilitas umum, hingga penyediaan air bersih dan logistik.

TNI juga mengerahkan 89 unit alutsista, termasuk pesawat, helikopter, dan KRI, untuk mendukung distribusi bantuan. Hingga kini, sebanyak 2.669,53 ton logistik telah disalurkan melalui jalur udara dan darat. Selain itu, TNI membangun 25 dapur lapangan, 124 sumur bor, 42 pos kesehatan, serta 186 fasilitas MCK guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.