RM.id Rakyat Merdeka - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya merusak permukiman dan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar. Di tengah kondisi tersebut, para guru yang turut terdampak bencana tetap berupaya hadir mendampingi murid-muridnya.
Untuk memastikan keberlangsungan pendidikan sekaligus membantu penghidupan para pendidik pascabencana, pemerintah menyalurkan tunjangan khusus dengan total nilai Rp35 miliar. Bantuan ini diharapkan menjadi penopang bagi para guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Salah satu penerima tunjangan tersebut, Neli Eriani, Guru SMAN Agam Cendekia, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi sulit yang dihadapinya.
Baca juga : Diamond Group Dan SIG Gelar Layanan Kesehatan & Ribuan Paket Pangan Di Sumatera
“Saya penerima tunjangan guru terdampak bencana. Insyaallah akan saya manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Neli.
“Saya juga bertekad untuk terus melayani murid-murid dalam pembelajaran,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Dina Ispanti, guru SMAN 1 Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Menurutnya, bantuan tersebut membantu para guru memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bencana.
Dari Aceh, Yusrawati, guru TK Ar Raihan di Bireuen, berharap dukungan pemerintah dapat memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan tidak terhambat kondisi darurat akibat bencana.
Baca juga : IKN Fokus Ke Penguatan Fungsi Kota-Pemerintahan
Apresiasi juga datang dari Elwin Saputra Lubis, Rahmad Taher Nasution, dan Muhammad Ikhsan Nasution, guru SMKN 1 Batang Natal, Sumatra Utara. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian terhadap kesejahteraan guru.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti atas bantuan tunjangan khusus bagi guru terdampak bencana,” ujar mereka.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan tunjangan khusus tersebut secara bertahap kepada 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan dari 800 satuan pendidikan.
Baca juga : Dukung Penanganan Bencana, PINTU Bagikan Starlink Konektivitas Darurat Di Sumatera
Para penerima berasal dari wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta banjir lahar Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Data Kemendikdasmen mencatat, pendidik dan tenaga kependidikan terdampak bencana terdiri atas 915 pendidik jenjang PAUD, 10.274 pendidik jenjang pendidikan dasar, dan 5.258 pendidik jenjang pendidikan menengah.
Melalui bantuan ini, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan peran penting dalam mendidik generasi bangsa meski berada di tengah situasi darurat akibat bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.