Dark/Light Mode

Bantu Korban Bencana: BGN Salurkan 2,2 Juta Porsi MBG ke Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 22:53 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selama sebulan dalam penanganan bencana, Badan Gizi Nasional (BGN) menyalurkan 2,2 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga terdampak di Aceh. Penyaluran dilakukan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan di lokasi pengungsian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan, pemberian makanan bergizi tetap berjalan di tengah bencana. Dalam kondisi ini negara tetap hadir menjaga pemenuhan gizi warga terdampak, termasuk saat sekolah libur dan akses terbatas.

“Penyaluran MBG tetap berjalan seperti hari aktif, meski kami menyesuaikan kondisi lapangan,” ujarnya dalam siaran persnya, di Jakarta Sabtu (27/12/2025).

Dadan Hindayana menjelaskan, di Aceh terdapat 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat aktif. Total makanan bergizi yang sudah dibagikan sudah mencapai 2.298.670 porsi sejak 26 November hingga 27 Desember 2025. “Total bantuan untuk Aceh sudah lebih dari 2,2 juta porsi makanan bergizi,” katanya.

Dadan Hindayana menuturkan, ada beberapa dapur SPPG yang memang tidak beroperasi penuh dalam dua hari di Aceh. Penghentian sementara terjadi pada 25 dan 26 Desember karena Natal dan peringatan tsunami Aceh ke 21 tahun.

“Dua hari itu dapur tidak beroperasi karena peringatan Natal dan tsunami Aceh,” tuturnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, sebagian relawan dapur juga terdampak bencana. Pendataan baru bisa dilakukan setelah situasi masuk tahap rekonstruksi. “Relawan tersebar di banyak lokasi, pendataan menyeluruh dilakukan setelah kondisi normal,” katanya.

Baca juga : BUMN Karya Kerja 24 Jam Bangun Huntara Di Aceh

Meski begitu, BGN memastikan layanan tidak berhenti. Sebagian SPPG masih aktif melayani pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Semua SPPG aktif melayani pengungsi karena anak-anak dan ibu hamil berada di pengungsian,” katanya.

Dadan menambahkan, MBG tetap berjalan normal di wilayah aman. Di Aceh untuk sekolah masih ada 81 SPPG tetap melayani sekolah karena lokasinya jauh dari bencana.

“Di daerah bencana semua dialokasikan untuk pengungsi, wilayah aman tetap normal,” ujarnya.

Meski begitu, Dadan Hindayana menyebut sebagian SPPG tetap bergerak di daerah tertentu. SPPG di Aceh Timur dan Aceh Tengah menyalurkan MBG pada 26 dan 27 Desember melalui skema lapangan.

“Kami distribusikan bantuan lewat posko dan jemput bola langsung ke warga,” katanya.

Di lapangan, dapur darurat berada lebih dekat dengan warga. Berbagai perlengkapan memasak sejak pagi sudah dimanfaatkan relawan dan warga. Mereka bekerja bergantian, dan antrean warga berlangsung tertib.

Baca juga : Aman Dan Khidmat Di Area Bencana, Natal Dirayakan Di Posko Pengungsian

Di tengah lumpur dan sisa banjir, makanan hangat jadi bantuan yang dibutuhkan pengungsi. Anak-anak, ibu hamil, dan balita menjadi prioritas utama penerima manfaat MBG.

Dadan menjelaskan, selama libur sekolah, sasaran MBG dialihkan. Fokus diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan warga di pengungsian.

“BGN sudah meng-handle pengungsi dan kelompok rentan selama masa libur sekolah,” jelasnya.

Di Sumut dapur MBG ikut berubah fungsi mengikuti kondisi. Sebanyak 148 SPPG sempat dialihkan menjadi dapur umum darurat karena sekolah diliburkan.

Kepala Kantor Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara KR Agung Kurniawan mengatakan, pengalihan tidak bisa dihindari. Banjir membuat sekolah penerima MBG berhenti sementara, sementara warga membutuhkan makanan cepat.

“Penerima MBG kami alihkan kepada masyarakat terdampak banjir,” katanya.

Agung menjelaskan, sejak hari pertama pascabanjir, SPPG langsung bergerak. Petugas dan relawan terlibat penuh mendistribusikan makanan ke lokasi terdampak di 12 kabupaten dan kota.

Baca juga : Pertamina Salurkan 6.720 Tabung LPG 3 Kg Ke Aceh Tengah

“Kami merinding saat warga memberi semangat dan terima kasih atas makanan bergizi,” akunya.

Di Sumut, lebih dari 341.765 paket makanan bergizi telah disalurkan. Jumlah itu tersebar melalui ratusan SPPG yang menjangkau banjir dan longsor.

Agung Kurniawan menambahkan, kondisi dapur terus dievaluasi setiap hari. Kini hanya tersisa 15 SPPG yang masih beroperasi sebagai dapur umum darurat.

“Tujuh di Sibolga dan delapan di Tapanuli Tengah masih melayani dapur umum,” katanya.

Ketika sekolah mulai aktif, pola distribusi kembali disesuaikan. SPPG membagi jadwal antara sekolah dan lokasi bencana secara bergantian agar semua penerima manfaat tetap terlayani.

Selain itu bencana juga berdampak pada operasional dapur MBG. Di Sumut terdapat 44 SPPG tidak aktif, sementara di Aceh lebih dari 180 SPPG terdampak.

Peran BGN dinilai krusial menjaga gizi warga saat bencana dan libur sekolah. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan, pengalihan MBG sudah tepat. Langkah ini membantu pemulihan gizi sekaligus mendukung layanan kesehatan dasar. “Peran BGN penting untuk pemenuhan gizi korban bencana di Sumatera,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.