BREAKING NEWS
 

Hari Pertama Sekolah, Wamen Fajar: Sekolah Harus Aman Dan Menggembirakan

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 5 Januari 2026 17:57 WIB
Hari pertama sekolah, Fajar Riza Ul Haq jadi pembina upacara di Tegal, menegaskan sekolah aman, inklusif, dan ramah murid. (Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di SMP Al-Irsyad Kota Tegal, Senin (5/1/2025). Momentum awal semester ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan bagi murid, sekaligus memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi pembelajaran.

Dalam amanatnya, Wamendikdasmen Fajar menyampaikan pesan kepada para murid untuk mengawali tahun ajaran dengan semangat belajar, menghormati guru, serta berani membela teman sebaya sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan di sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman secara fisik maupun psikologis bagi seluruh warga satuan pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Murid tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kepedulian, dan keberanian untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Fajar Riza Ul Haq.

Pada kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP. TKA mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai pemetaan kemampuan akademik murid.

Baca juga : Semalam Kebakaran, Manajemen Sarinah Pastikan Operasional Tidak Terganggu

 “Tidak perlu takut dan panik. TKA bukan penentu kelulusan. Hasilnya menjadi peta kemampuan murid dan dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.

Selain menghadiri upacara hari pertama sekolah, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq bersama Walikota Tegal, Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan juga meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SLB Negeri Kota Tegal. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung dukungan sarana pembelajaran digital dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Adsense

Menurut Fajar, pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti IFP di SLB menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan ramah terhadap beragam kebutuhan murid.

“Transformasi pembelajaran digital harus menjangkau semua anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Teknologi seperti Interactive Flat Panel membantu guru menyampaikan materi secara lebih visual, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan belajar murid di SLB,” ujarnya.

Baca juga : Dari Putus Sekolah, Sadam Kini Menata Mimpi Di Sekolah Rakyat Semarang

Penguatan pendidikan inklusif dan literasi–numerasi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Kemendikdasmen. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari penguatan kompetensi dasar, karakter, serta lingkungan belajar yang aman dan beradab.

“Pak Menteri Mu’ti selalu menekankan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menumbuhkan potensi setiap murid. Literasi, numerasi, dan pembentukan karakter harus berjalan seiring sejak hari pertama anak kembali ke sekolah,” ujar Wamen Fajar

Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, capaian kemampuan literasi dan numerasi murid jenjang SD dan SMP di Kota Tegal berada pada kategori ‘Baik’, dengan tren peningkatan khususnya pada jenjang SMP. Selain itu, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Tegal tahun 2025 mencapai 81,68 dan berada pada kategori Tuntas Madya, menunjukkan layanan pendidikan dasar yang relatif kuat dan perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.

Rapor Pendidikan juga mencatat bahwa iklim keamanan dan inklusivitas sekolah di Kota Tegal berada pada kategori ‘Baik’ di hampir seluruh jenjang, termasuk pendidikan khusus, sehingga perlu dijaga melalui kolaborasi guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.

Baca juga : Pemerintah Terapkan WFA Dan Beri Diskon Transportasi

Melalui rangkaian kegiatan hari pertama sekolah dan peninjauan sarana pembelajaran di SLB, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekosistem pembelajaran yang aman, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan setiap murid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense