RM.id Rakyat Merdeka - Populi Center menilai, mekanisme pemilihan kepala daerah lewat DPRD menuntut prasyarat ketat. Di antaranya, sosialisasi publik yang luas, pembangunan kepercayaan masyarakat, serta reformasi partai politik, agar tetap demokratis dan memiliki legitimasi publik.
"Pilkada melalui DPRD hanya dapat dipertimbangkan dengan prasyarat yang ketat, yakni ketika partai politik dan pemerintah mampu meyakinkan publik bahwa mekanisme tersebut lebih demokratis, akuntabel, dan efektif," jelas Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona.
Ia juga mengingatkan, mekanisme Pilkada melalui DPRD tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Baca juga : 6 Partai Beri Dukungan, Pilkada Lewat DPRD Menguat
“Jika mekanisme ini dipilih, maka partai politik dan DPRD harus menunjukkan bahwa prosesnya tetap demokratis, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” lanjut Afrimadona.
Populi menekankan beberapa prasyarat utama agar Pilkada melalui DPRD dapat diterima masyarakat. Pertama, partai politik perlu melakukan sosialisasi yang luas, terbuka, dan berkelanjutan kepada publik, bukan sekadar sosialisasi formal atau prosedural.
Publik perlu memahami secara jujur bagaimana mekanisme ini bekerja, apa kelebihannya, serta apa konsekuensinya terhadap tata kelola pemerintahan daerah.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Pastinya, Rakyat Tetap Akan Dilibatkan Kok...
Temuan survei Populi Center Oktober 2025 yang dirilis pada 30 November 2025 menunjukkan preferensi publik terhadap Pilkada langsung masih sangat kuat.
Sebanyak 89,6 persen responden menginginkan gubernur dipilih secara langsung, sementara 94,3 persen menginginkan mekanisme yang sama untuk pemilihan bupati dan wali kota.
“Tanpa reformasi partai, Pilkada melalui DPRD akan mudah dipersepsikan sebagai proses elitis dan tertutup,” ingat Afrimadona.
Baca juga : Muhammadiyah Minta Masyarakat, Hentikan Debat Status Kebencanaan Sumatera!
Diingatkannya, selama prasyarat berat tersebut belum terpenuhi secara meyakinkan, preferensi publik terhadap Pilkada langsung tidak boleh diabaikan, karena berisiko melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.