BREAKING NEWS
 

BP Tapera: FLPP Biayai 1,87 Juta Rumah MBR, 2025 Jadi Rekor Tertinggi

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Kamis, 15 Januari 2026 09:34 WIB
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan, sejak diluncurkan pada 2010 hingga 2025, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah membantu 1.877.747 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah pertama. Total dana yang dikucurkan Pemerintah mencapai Rp 185,87 triliun, sebagai wujud komitmen negara menyediakan hunian layak di seluruh Indonesia.

Penyaluran FLPP sempat mengalami fluktuasi. Pada 2010, realisasi masih 7.959 unit rumah dengan nilai Rp 242,65 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan pada periode 2011–2013, sebelum kembali menurun pada 2014–2017. Sejak 2018, tren kembali menanjak dan mencapai puncaknya pada 2025, dengan penyaluran 278.868 unit rumah senilai Rp 34,64 triliun, tertinggi sepanjang sejarah program FLPP.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengapresiasi dukungan 40 bank penyalur serta 8.113 pengembang yang tergabung dalam 22 asosiasi, tersebar di 13.249 lokasi di seluruh Indonesia.

Baca juga : Siswi Berhijab Ini Menemukan Rumah Baru di Sekolah Rakyat Kupang

“Lebih dari 1,87 juta MBR bukan angka kecil. Ke depan kami berharap kinerja terus meningkat agar makin banyak masyarakat menikmati pembiayaan perumahan,” ujar Heru, Rabu (14/1/2026).

Adsense

Berdasarkan realisasi 2025, debitur FLPP didominasi kelompok berpenghasilan Rp 3–5 juta sebanyak 147.269 orang, dengan tenor cicilan favorit 10–15 tahun. Mayoritas penerima manfaat bekerja di sektor swasta, mencapai 73,63 persen atau 205.330 unit rumah.

Menurut Heru, profil debitur tersebut diperkirakan relatif stabil pada 2026. Keberhasilan pada 2025 juga ditopang oleh kemudahan pembiayaan awal melalui skema uang muka (DP) rendah.

Baca juga : Pramono Ungkap Kondisi Jakarta: Orang Kaya Banyak, Jumlah Yang Miskin Masih Tinggi

Untuk 2026, Pemerintah menargetkan penyaluran FLPP hingga 350.000 unit rumah, sesuai Nota Keuangan. Saat ini, DIPA telah tersedia untuk 285.000 unit dengan kebutuhan dana Rp 36,6 triliun, yang bersumber dari APBN, pengembalian pokok, serta saldo awal tahun.

BP Tapera optimistis target tersebut dapat tercapai. Salah satu strategi utama adalah meningkatkan porsi FLPP bagi pekerja nonformal dari 10 persen menjadi 15 persen.

“Ini membuka akses lebih luas bagi ART, pengemudi ojek online, pedagang sayur, dan pekerja nonformal lainnya agar bisa memiliki rumah layak,” tegas Heru.

Baca juga : Tumbuh Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI, Pundi Craft Dukung Kerajinan Lokal

Selain itu, BP Tapera juga menyiapkan diversifikasi produk FLPP, meliputi Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah, yang saat ini tengah difinalisasi regulasinya sesuai petunjuk pelaksanaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense