Dark/Light Mode

Diungkap PPATK: 71 Persen Pemain Judol Berpenghasilan Rendah, Jabar Tertinggi

Kamis, 8 Mei 2025 20:32 WIB
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Foto: PPATK)
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Foto: PPATK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan, data mengejutkan terkait judi online di Indonesia. Selama kuartal pertama 2025, PPATK mencatat 1.066.000 pemain judi online, dengan 71 persen berasal dari kalangan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Jadi 71 persen itu adalah saudara kita yang sebenarnya penghasilannya dibutuhkan untuk kepentingan lain,” kata Ivan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Baca juga : Gandeng Karawang, Pram Yakin Kebutuhan Beras Harian Warga Jakarta Tercukupi

Menurut Ivan, pemain terbanyak berada di rentang usia 20-30 tahun sebanyak 396 ribu orang, disusul kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 395 ribu orang. Mereka menyetor total deposit mencapai Rp 6 triliun pada Januari–Maret 2025. Angka itu lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 15 triliun.

Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan aktivitas judi online tertinggi, disusul Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur.

Baca juga : Luncurkan Program Pemutihan, Pemprov Tebus Tunggakan Ribuan Ijazah Tertahan

Ivan turut mengapresiasi upaya Polri dan semua pihak dalam mengungkap jaringan kejahatan siber. Ia menyebut penurunan pertumbuhan perputaran uang judi online dari 213 persen pada 2022–2023 menjadi hanya 10 persen pada 2024 sebagai buah kerja sama semua pihak.

"Pada 2024, perputaran uang judi online tercatat Rp 359 triliun. Ini jauh lebih kecil dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan bisa tumbuh hingga Rp 440 triliun," jelas Ivan.

Baca juga : Polisi Bongkar Jaringan Judol Bertaraf Internasional, Amankan Rp 75 Miliar

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi intensif lintas lembaga dalam menumpas judi online. Ivan pun mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan janji palsu judi online yang justru merusak sendi sosial dan ekonomi.

“PPATK dan Polri terus berkomunikasi secara intens. Kami yakin ke depan Polri dapat memperoleh prestasi yang makin cemerlang dalam memberantas kejahatan siber,” ujar Ivan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.