RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memastikan penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan melalui pembangunan rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Salah satu proyek rusun subsidi tersebut direncanakan dibangun Lippo Group di kawasan Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan ditargetkan mulai berjalan tahun ini.
Menteri PKP Maruarar Sirait menugaskan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, untuk mengecek langsung kesiapan lahan yang disiapkan Lippo Group. Pemeriksaan difokuskan pada aspek bebas banjir, ketersediaan air bersih, serta kepastian tidak adanya persoalan hukum.
Sri bersama tim Kementerian PKP meninjau lokasi rencana pembangunan rusun subsidi di Meikarta, Jumat (16/1/2026). Dalam rencana awal, Lippo Group menyiapkan lahan seluas 20 hektar sebagai bentuk dukungan terhadap program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
“Ini salah satu bentuk dukungan Lippo Group terhadap program 3 juta rumah Presiden Prabowo,” ujar Sri kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Genjot Produksi Kedelai Lokal, Gakoptindo Siapkan Mesin Hemat Energi
Mantan Penjabat Sekretaris Daerah DKI Jakarta itu juga meluruskan bahwa proyek rusun subsidi ini bukan pengalihan dari apartemen Meikarta yang sebelumnya sempat bermasalah.
“Ini saya luruskan. Tidak ada hubungan sama sekali dengan apartemen Meikarta yang lama. Ini pembangunan baru di atas lahan yang memang sudah disiapkan untuk mendukung program nasional perumahan,” tegasnya.
Tahap Awal Bangun 18 Tower
Berdasarkan pemaparan awal Lippo Group, dari total 20 hektar lahan yang disiapkan, sekitar 10 hektar akan digunakan pada tahap awal untuk membangun 18 tower rusun subsidi. Sementara itu, Lippo Group masih memiliki cadangan lahan seluas 10 hektar untuk pengembangan tahap berikutnya.
“Jika seluruh lahan dikembangkan, jumlah unit rusun diperkirakan bisa mencapai sekitar 80 ribu unit. Namun, perhitungan final masih dalam proses,” jelas doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Baca juga : BGN Minta Maaf Dan Siap Tanggung Jawab
Terkait harga jual, Sri menyebut masih dalam tahap penghitungan internal oleh tim Lippo Group sehingga belum dapat diumumkan ke publik.
Ia menilai lokasi rusun subsidi di Meikarta cukup strategis karena dekat dengan akses jalan tol serta didukung fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, dan kawasan bisnis.
“Lokasinya sangat strategis. Fasilitas sudah lengkap dan aksesnya juga bagus,” ujarnya.
Sasaran utama penghuni rusun subsidi ini adalah para pekerja dan MBR yang beraktivitas di kawasan industri dan bisnis sekitar Cikarang.
“Di sini banyak kawasan usaha dan industri. Banyak karyawan yang bekerja di sekitar sini, dan belum tentu mereka mampu membeli hunian komersial,” jelasnya.
Baca juga : Mendagri: Beras SPHP Jadi Solusi Terjangkau di Tengah Lonjakan Harga
Meski lahan dinilai relatif siap, Sri menegaskan pemerintah tetap akan memastikan seluruh aspek tata ruang dan perizinan sesuai ketentuan sebelum pembangunan dimulai. Kementerian PKP juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Semua masih dalam proses. Kita dorong agar bisa segera berjalan, tapi semuanya harus jelas agar ke depan rusun ini tidak menimbulkan masalah,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.